pupuk
iklan ulta memorandum

Pakar ITS Ungkap Kondisi Laut saat KM Virgo Transport 8 Tenggelam

Pakar ITS Ungkap Kondisi Laut saat KM Virgo Transport 8 Tenggelam

Pakar lingkungan laut ITS Dr. Eng. Kriyo Sambodho, S.T., M.Eng., membeberkan kondisi perairan Kepulauan Masalembu di sekitar lokasi kejadian tenggelamnya KM Virgo Transport 8--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kondisi laut di sekitar Kepulauan Masalembu saat insiden KM Virgo Transport 8 menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam mengungkap penyebab kecelakaan kapal tersebut.

Pakar lingkungan laut Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr Eng Kriyo Sambodho ST MEng, mengatakan data hidrometeorologi menunjukkan perairan di sekitar lokasi kejadian sedang dalam kondisi cukup dinamis.

Dosen Departemen Teknik Kelautan ITS yang akrab disapa Dhodot itu menyebut angin tenggara saat kejadian berada di kisaran 18-20 knot. Sementara hembusannya mencapai 27-30 knot.

BACA JUGA:ABK Ungkap Kapal Virgo Tenggelam Cepat Sebelum Lima Menit saat Kecelakaan


Mini kidi--

Pada saat bersamaan, tinggi gelombang signifikan meningkat dari sekitar 1,7 meter hingga mendekati 2 meter dengan periode gelombang 7-8 detik.

"Ketinggian gelombang yang mencapai 2 meter saat itu sangat mungkin membuat kapal tidak stabil," terang Dhodot, yang dikutip Memorandum pada Rabu, 16 September 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai adverse marine conditions. Meski demikian, kondisi itu belum masuk kategori cuaca ekstrem berdasarkan klasifikasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BACA JUGA:Istri Bingung, Suami Punya Tiket tapi Tak Tercatat dalam Manifest KMP Virgo Transport 8

Dhodot menjelaskan, perairan Kepulauan Masalembu memiliki karakter yang dinamis karena dipengaruhi pola angin muson serta proses transformasi gelombang.

Selain tinggi gelombang, arah angin dan gelombang terhadap posisi kapal juga menjadi faktor yang harus diperhitungkan. Respons kapal ketika menghadapi gelombang di perairan terbuka dapat berbeda bergantung pada arah datangnya gelombang dan posisi kapal.

"Selain tinggi gelombang, arah angin dan gelombang terhadap posisi kapal dapat menjadi faktor yang memengaruhi respons kapal ketika berlayar di perairan terbuka," paparnya.

BACA JUGA:Warga Blitar Jadi Korban Kapal Virgo Tenggelam, Kapolres Ikut Takziah

Dinamika perairan juga terlihat dari arus permukaan yang tercatat sekitar 1-1,2 knot dan bergerak ke arah barat. Kondisi angin, gelombang, dan arus tersebut menjadi bagian penting yang perlu dianalisis dalam pemeriksaan keselamatan pelayaran.

Sumber: