129 Penumpang Virgo Masih Dicari, Basarnas Andalkan Kapal Niaga dan Nelayan
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Basarnas memperkuat pencarian 129 penumpang KM Virgo Transport 8 yang masih hilang di Laut Jawa dengan mengandalkan kapal niaga dan nelayan lokal yang melintas untuk menemukan korban.
Kapal niaga maupun nelayan yang berlayar menuju perairan Tuban hingga kawasan utara Jawa menjadi salah satu tumpuan dalam memperluas peluang penyelamatan.Jika ditemukan dalam kondisi selamat, proses pemulangan korban ke Surabaya akan dikoordinasikan dengan tim SAR.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Surabaya Nanang Sigit mengatakan, operasi pencarian terus diperkuat. Penambahan personel maupun rotasi tim medis dari Surabaya dilakukan secara dinamis sesuai kebutuhan di lapangan dan permintaan SAR Mission Coordinator (SMC) Banjarmasin.
"Penambahan personel dan rotasi disesuaikan secara dinamis dengan kebutuhan operasi," ujarnya, Selasa 15 September 2026.
BACA JUGA:KM Virgo Tenggelam, GPRB Klaim Kapal Tidak Teregister di Data Biro Klasifikasi Indonesia

Mini kidi--
Kekuatan pencarian di lokasi karamnya KM Virgo Transport 8 kini melibatkan jajaran KRI Koarmada II. Selain itu, Basarnas mendapat dukungan personel dari Makassar, Balikpapan, dan Palangkaraya.
Basarnas Surabaya juga memastikan kondisi kesehatan prajurit dan rescuer yang berada di lapangan terus dipantau. Langkah tersebut penting agar stamina tim tetap terjaga di tengah operasi pencarian yang membutuhkan kesiapan tinggi.
Sementara itu, Kantor SAR Surabaya mengerahkan dukungan armada dan alat utama udara untuk memperkuat pencarian korban di Laut Jawa, salah satunya melalui Helikopter HR-3601 yang diterbangkan ke Banjarmasin.
Nanang menegaskan, helikopter tersebut masih disiagakan dan beroperasi hingga Selasa 15 September 2026. Pesawat itu digunakan untuk memperluas penyisiran dari udara di wilayah perairan Kalimantan Selatan.
"Sejak Minggu, helikopter dan armada pendukung ke Banjarmasin untuk mempercepat proses penyisiran dan evakuasi korban," katanya, Selasa 15 September 2026.
BACA JUGA:Operasi SAR KMP Virgo Transport 8, 129 Korban Masih Dicari

Gempur Rokok Illegal--
Di tengah operasi tersebut, kapal utama KN SAR 249 Permadi harus ditarik kembali ke Jawa Timur pada Senin 14 September 2026. Kapal tersebut diperbantukan untuk menangani kondisi darurat tenggelamnya Tugboat MT20 1301 di sebelah barat Pulau Bawean.
Dalam insiden itu, delapan anak buah kapal (ABK) tugboat dilaporkan berhasil dievakuasi kapal SPOB BRM 400. Selanjutnya, proses pengamanan pascaevakuasi dikoordinasikan dengan Basarnas Semarang.
Meski KN SAR 249 Permadi ditarik untuk menangani kecelakaan lain, operasi pencarian KM Virgo Transport 8 tetap berjalan. Basarnas melakukan rotasi dan penguatan personel secara berkala agar penyisiran tetap optimal di seluruh titik yang telah ditentukan.
Di sisi lain, kemungkinan korban selamat ditemukan oleh kapal yang melintas masih menjadi harapan. Karena itu, pemantauan terhadap kapal niaga dan nelayan yang bergerak di jalur perairan Tuban hingga utara Jawa menjadi bagian penting dalam membuka peluang ditemukannya para korban. (rio)
Sumber:







