Virgo Transport 8 Terbalik, MTI Minta Usia Kapal Tak Jadi Kambing Hitam
Ilustrasi KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan laut.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan usia kapal sebagai penyebab KMP Virgo Transport 8 terbalik di Laut Jawa. Sebab, hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menjadi dasar utama pengungkapan penyebab kecelakaan.
Wakil Ketua Forum Transportasi Laut MTI Rakhmatika Ardianto mengatakan usia kapal tidak otomatis menentukan laik atau tidaknya kapal beroperasi. Menurutnya, kondisi teknis, perawatan, pemeriksaan, dan pembaruan komponen menjadi faktor yang lebih penting.
"Jangan sampai istilah ‘kapal tua’ menjadi jawaban instan setiap kali terjadi kecelakaan. Tahun pembuatan memang informasi penting, tetapi bukan kesimpulan penyebab," ujar Rakhmatika, Selasa 15 September 2026.
BACA JUGA:Operasi SAR KMP Virgo Transport 8, 129 Korban Masih Dicari

Mini kidi--
Selain itu, Rakhmatika meminta aspek muatan turut diperiksa, terutama kendaraan over dimension over loading (ODOL). Menurutnya, berat dan distribusi muatan berpengaruh terhadap daya apung, konstruksi, serta stabilitas kapal.
"Beban lokal yang melampaui batas dapat merusak pelat atau konstruksi penopangnya, meskipun kapasitas berat total kapal belum terlampaui," jelasnya.
BACA JUGA:KM Virgo Surabaya–Banjarmasin Terbalik, Wagub Emil Pastikan Pemprov Jatim Beri Dukungan

Gempur Rokok Illegal--
Rakhmatika juga mendorong fasilitas penimbangan kendaraan di pelabuhan dimanfaatkan secara optimal. Hasil penimbangan harus menjadi dasar penerimaan kendaraan, penempatan di geladak, hingga perhitungan stabilitas kapal.
Menurutnya, evaluasi kecelakaan juga harus melihat empat unsur, yakni regulator, operator pelayaran, pengelola pelabuhan, dan pengguna jasa. "Beri ruang kepada KNKT untuk memeriksa fakta, bukan mendahuluinya dengan asumsi," tukasnya. (ain)
Sumber:







