pupuk
iklan ulta memorandum

Jeyvon Hilang Bersama KM Virgo Transport 8, Sang Ayah Bertahan di Posko

 Jeyvon Hilang Bersama KM Virgo Transport 8, Sang Ayah Bertahan di Posko

Totok Haryono (50), warga Karanganyar, menanti kabar putranya Jeyvon di posko pencarian Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Totok Haryono (50), warga Karanganyar, Jawa Tengah, bertahan di posko pencarian Pelabuhan Tanjung Perak untuk menunggu kabar putranya, Jeyvon Jochelin Jhotham (19), yang hilang dalam musibah KM Virgo Transport 8.

Totok tiba di Surabaya pada Minggu 13 September 2026 malam dan sejak itu memilih bertahan di posko pencarian sembari mengikuti perkembangan operasi SAR.

Jeyvon merupakan putra kedua Totok yang baru berusia 19 tahun dan lulus SMA serta hendak memulai pekerjaan pertamanya di sebuah perkebunan kelapa sawit di Banjarmasin.

Perjalanan tersebut menjadi pengalaman berbeda bagi Jeyvon karena untuk pertama kalinya menggunakan kapal laut. “Belum pernah, baru kali ini,” ujar Totok, Senin 14 September 2026.

Keberangkatan Jeyvon diurus melalui perusahaan penyalur tenaga kerja dari Semarang sehingga Totok tidak sempat mengantar langsung anaknya ke Pelabuhan Surabaya.

Bagi Totok, keberangkatan tersebut seharusnya menjadi awal perjalanan putranya menuju masa depan, tetapi kapal yang ditumpangi Jeyvon kemudian mengalami musibah dalam pelayaran menuju Banjarmasin.

BACA JUGA:Kru KM Virgo Transport 8 Asal Indrapura Belum Ditemukan, Paman Datangi Posko GSN


Mini kidi--

Sabtu 12 September 2026, sebelum kapal berangkat, Jeyvon menelepon orang tuanya untuk meminta restu sebelum meninggalkan rumah demi pekerjaan barunya.

“Dia telepon, minta restu lah. Semoga selamat sampai tujuan dan betah kerja di sana,” kenangnya.

Itulah percakapan terakhir Totok dengan anaknya karena setelah itu komunikasi terputus dan kabar mengenai musibah KM Virgo Transport 8 membuat suasana keluarga di Karanganyar berubah menjadi kecemasan.

Totok pun segera berangkat menuju Surabaya untuk mencari kepastian mengenai nasib anaknya.

Di tengah daftar korban yang terus diperbarui, Totok berulang kali memastikan nama putranya dan mendapat kepastian bahwa Jeyvon tercatat dalam manifes penumpang KM Virgo Transport 8.

Namun, nama tersebut belum muncul dalam daftar korban yang telah ditemukan selamat maupun meninggal dunia. “Kalau namanya data penumpang ada, tapi kalau yang sudah ditemukan ini belum ada,” katanya.

Kalimat itu menjadi beban sekaligus harapan bagi Totok karena selama belum ada kepastian, kemungkinan Jeyvon masih hidup tetap terbuka. Ia mengaku belum mendapatkan informasi terbaru mengenai keberadaan putranya dari pihak berwenang.

BACA JUGA:Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak, SAR Surabaya Kerahkan Kapal dan Helikopter


Gempur Rokok Illegal--

Karena itu, Totok memilih tetap berada di posko untuk menunggu kabar. “Semoga anak saya ditemukan selamat,” harap Totok.

Totok menggambarkan Jeyvon sebagai anak yang baik dan dikenal royal kepada teman-temannya. Kini, sifat-sifat sederhana itu menjadi kenangan yang terus memenuhi pikirannya selama menunggu di posko.

Jarak Karanganyar-Surabaya tak lagi terasa karena bagi Totok yang terpenting saat ini adalah menemukan anaknya. Ia datang seorang diri dari Karanganyar, hanya ditemani seorang teman jauh yang ikut prihatin atas musibah tersebut.

Di tengah hiruk-pikuk petugas SAR yang melakukan pencarian, Totok hanya bisa menunggu sembari sesekali mencari informasi terbaru dan memastikan kembali nama putranya.

“Harapannya, semoga saja anak saya ditemukan dengan selamat, masih hidup,” ucapnya lirih.

Bagi Totok, tidak ada lagi yang lebih penting dari itu dan ia hanya ingin mendengar satu kabar bahwa Jeyvon masih hidup dan bisa kembali pulang ke rumah. (rio)

Sumber: