Wacana Penambahan Armada Koridor R5 Suroboyo Bus, Dishub: Harus Lihat Load Factor
Antrean panjang calon penumpang R5 di halte Embong Malang.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Keterlambatan kedatangan armada Suroboyo Bus Koridor R5 rute Benowo–Tunjungan memicu gelombang keluhan penglaju Kota Pahlawan.
Selain memaksa calon penumpang menunggu hingga lebih dari 20 menit pada jam sibuk, keterlambatan akibat kemacetan ini berimbas pada hangusnya tiket integrasi nontunai sebelum penumpang sempat menginjakkan kaki di dalam bus.
BACA JUGA:Suroboyo Bus Koridor R5 Sering Penuh, Penumpang Keluhkan Tiket Hangus Imbas Headway Molor
Guna merespons permasalahan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh. Namun, kepastian mengenai penambahan armada masih harus menunggu kajian mendalam.

Mini kidi--
Kepala UPTD Pengelolaan Transportasi Umum Dishub Kota Surabaya, Eni Sugiharti Fajarsari, menegaskan bahwa kebijakan operasional transportasi publik tidak bisa diputuskan secara mendadak hanya berdasarkan lonjakan penumpang sementara.
BACA JUGA:Dishub Surabaya Evaluasi Total Pengemudi Suroboyo Bus dan WiraWiri
"Terkait penambahan unit, akan kita evaluasi berdasarkan load factor-nya," kata Eni kepada Memorandum.
Ia menjelaskan bahwa tingkat keterisian penumpang atau load factor perlu ditinjau secara berkala pada seluruh jam operasional.
Hal ini penting untuk memastikan apakah kepadatan penumpang terjadi sepanjang hari atau sekadar penumpukan temporer saat jam berangkat dan pulang kerja.
BACA JUGA:Suroboyo Bus VS Truk Sampah, 2 Orang Terluka Terkena Pecahan Kaca
Saat ini, kekuatan armada Suroboyo Bus pada Koridor R5 ditopang oleh 17 unit bus. Namun, dari total keseluruhan armada yang disiagakan tersebut, tidak semuanya mengaspal secara bersamaan.
"Saat ini ada Suroboyo Bus 16 unit yang beroperasi, dan cadangan 1 unit," lanjut Eni.
Keberadaan satu unit cadangan tersebut dinilai vital untuk menjaga stabilitas operasional di lapangan. Unit ini disiapkandagangkan apabila terjadi kendala teknis mendadak, seperti bus mogok atau insiden lalu lintas di jalan raya.
Sumber:







