iklan ulta memorandum

Miras Berujung Maut, Karang Taruna Surabaya Ingatkan Alarm Bahaya Mulai Menyala

Miras Berujung Maut, Karang Taruna Surabaya Ingatkan Alarm Bahaya Mulai Menyala

Ketua Karang Taruna Surabaya Febryan Kiswant O menyoroti fenomena anak muda yang bergaul dengan "miras".--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Serangkaian kecelakaan dan tragedi yang diduga dipicu konsumsi minuman keras (miras) belakangan ini menjadi perhatian Karang Taruna Surabaya. Fenomena tersebut dinilai sebagai alarm serius yang tidak boleh lagi dianggap remeh.

Ketua Karang Taruna Surabaya Febryan Kiswanto mengatakan, pihaknya tidak ingin terburu-buru melabeli Surabaya dalam kondisi “darurat miras”. Namun, sejumlah kejadian yang berujung korban jiwa harus menjadi peringatan bagi seluruh pihak.

"Kalau kemudian miras sudah mempunyai dampak, membuat orang lain celaka, apalagi sampai ada korban jiwa, ini perlu menjadi alarm buat kita bersama," ujar Febryan, Senin, 14 September 2026.

BACA JUGA:Miris, Miras Picu Dua Kecelakaan di Surabaya dalam Semalam


Mini kidi--

Menurut dia, persoalan miras tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah atau aparat penegak hukum. Keluarga, lingkungan, organisasi kepemudaan hingga masyarakat harus ikut mengambil peran.

Febryan menilai, langkah menekan peredaran minuman keras ilegal tetap penting. Terutama untuk membatasi kemudahan akses anak muda terhadap minuman beralkohol.

"Peredaran ilegal harus diperketat. Jangan sampai teman-teman muda sangat mudah mendapatkan minuman keras. Kalau aksesnya mudah, tentu PR kita semakin berat," ungkapnya. 

BACA JUGA:Polsek Deket Sita Puluhan Botol Miras di Warung Pandanpancur Lamongan

Namun, penindakan di hilir saja dinilai tidak cukup. Karang Taruna juga mendorong semua pihak mencari akar persoalan mengapa sebagian anak muda memilih miras.

Mulai dari sekadar rasa ingin tahu, pengaruh lingkungan pergaulan, hingga persoalan pribadi, keluarga, percintaan dan ekonomi.

"Kalau kita tahu kenapa mereka memilih miras, kita bisa mencarikan solusi dan alternatif. Jangan sampai satu-satunya cara mencari kesenangan atau melarikan diri dari masalah adalah minum," tegasnya.

BACA JUGA:Promosi Miras Marak di Media Sosial, Pakar Desak Platform Digital Perkuat Pengawasan Internal

Febryan mengatakan, anak muda membutuhkan ruang dan alternatif kegiatan positif. Di sinilah Karang Taruna berupaya hadir.

Sumber: