Harlah Kejaksaan RI
iklan ulta memorandum

Festival Budaya Pleretan di Gresik Angkat Pertanian Warga, Pemkab Dorong Pelestarian

Festival Budaya Pleretan di Gresik Angkat Pertanian Warga, Pemkab Dorong Pelestarian

Gelaran Festival Budaya Pleretan di Kelurahan Sukorame, Gresik. --

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Warga Kelurahan Sukorame, Gresik berbondong-bondong mengarak gunungan tumpeng pleret dalam gelaran Festival Budaya Pleretan, Sabtu 12 September 2026. Lantunan selawat menggema di sepanjang jalan mengiringi rombongan warga.

Arak-arakan tumpeng pleret itu memang telah menjadi identitas budaya Sukorame. Tradisi itu mengisahkan tentang hamparan sawah yang dulu terbentang di kawasan sepanjang jalan tempat festival tersebut digelar. 

BACA JUGA:Layang-Layang Punakawan Jadi Primadona Surabaya Kite Festival 2026, Diikuti Peserta Mancanegara

Ketua Yayasan Mataseger, Kris Adji, mengatakan kegiatan berbasis kearifan lokal seperti pleretan memiliki peran krusial di era modern. Kegiatan yang bersifat lokal itu pun dinilai dapat menjadi pegangan masyarakat, di tengah gempuran budaya luar.


Mini kidi--

Dirinya menjelaskan, bahwa tumpeng pleret yang menjadi ikon utama tradisi itu dibuat dengan bahan utama beras. Bagi orang Jawa, beras bukan sekadar pangan, tetapi menjadi lambang kehidupan dan kemakmuran.

BACA JUGA:Kunjungi Festival Mbois, Menteri Ekraf Sebut Sektor Kreatif Mesin Pembuka Lapangan Kerja di Malang

"Bahan utama beras menggambarkan pesan mendalam bahwa manusia tidak boleh menerima begitu saja, tetapi mensyukuri apa yang diberikan Allah Swt. sebagai suatu keberkahan, lalu mengolahnya dengan baik, salah satunya menjadi kue pleret ini," ujar Kris.

Menurutnya, Pleret memiliki simbol-simbol luhur yang diwariskan para pendahulu. Tepung beras sebagai bahan utama melambangkan penghormatan kepada Dewi Sri, sedangkan warna-warni Pleret merepresentasikan kehidupan yang beragam dan penuh toleransi.


Gempur Rokok Illegal--

"Simbol-simbol inilah yang harus kita pegang teguh sebagai pendidikan karakter bagi generasi muda," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik, Achmad Washil yang juga menghadiri pleretan menilai, bahwa tradisi lokal itu sukses menjadi pemersatu sekaligus penguat identitas warga Sukorame. 

BACA JUGA:Tekan Ketergantungan Gawai pada Anak, Pemkab Situbondo Gelar Festival Permainan Tradisional

Menurutnya, antusiasme masyarakat yang bergotong-royong dalam menyelenggarakan acara membuktikan bahwa nilai-nilai kebersamaan masih tertanam kuat di antara warga. 

Sumber: