Harlah Kejaksaan RI
iklan ulta memorandum

Beasiswa Jatim Dorong Intelektual Pesantren Hasilkan Riset dan Karya Go Global

Beasiswa Jatim Dorong Intelektual Pesantren Hasilkan Riset dan Karya Go Global

Ketua LPPD Jatim Prof Halim Soebahar membeberkan program beasiswa Pemprov Jatim untuk mahasantri.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penerima beasiswa Pemprov Jatim 2026 dari kalangan mahasiswa dan mahasantri menghasilkan riset, inovasi, dan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat serta mampu bersaing hingga tingkat dunia, Kamis 10 September 2026.

Hal itu disampaikan Khofifah saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa dan mahasantri penerima beasiswa Pemprov Jatim 2026 di Gedung Islamic Center Jatim.

"Kita ingin menyiapkan peradaban dunia dimulai dari intelektual berbasis pesantren yang ada di Jawa Timur," kata Khofifah.

Menurutnya, upaya menuju Indonesia menjadi negara maju membutuhkan sumber daya manusia yang kuat. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan, riset, inovasi, kreativitas, karakter, dan daya saing. Penguasaan bidang science, technology, engineering and mathematics (STEM) juga dinilai penting untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Namun, Khofifah menilai Jawa Timur memiliki modal lain yang tidak kalah penting, yakni tradisi intelektual pesantren. Kekuatan tersebut, kata dia, perlu dipadukan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan semangat Islam wasathiyah.

BACA JUGA:Mahasiswi Berprestasi Terancam Gagal dapat Beasiswa, Cak Ji Sidak BPS Surabaya Soroti Data Desil


Mini kidi--

"Kalau kita mau menarik peradaban dunia ke Indonesia, harusnya Jawa Timur. Kita akan menyampaikan pesan damai, pesan kasih, pesan bersaudara kepada seluruh komunitas dunia," ujarnya.

Sementara itu, Ketua LPPD Jatim Prof Halim Soebahar menyebut program beasiswa Pemprov Jatim sejauh ini telah menjangkau 7.796 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.395 penerima telah menyelesaikan pendidikan sarjana, 1.345 magister, dan 75 doktor.

Halim mengatakan dampak program mulai terlihat dari karya yang dihasilkan para penerima. Sejumlah mahasiswa dari lingkungan pesantren telah menghasilkan buku dan penelitian, bahkan lebih dari 40 buku hasil penelitian pesantren telah dihimpun.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan perubahan posisi pesantren dalam dunia akademik. Jika sebelumnya pesantren banyak menjadi objek penelitian, kini warga pesantren mulai tampil sebagai peneliti yang menghasilkan pengetahuan tentang pesantren.

BACA JUGA:Gubernur Khofifah Silaturahmi di Blitar, Asep Kusdinar: Pemerintah Hadir dan Mendengar


Gempur Rokok Illegal--

"Kalau dulu pesantren hanya menjadi objek penelitian, ke depan orang pesantren akan berbicara tentang pesantren dan berbicara kepada dunia luar," ucap Halim.

Untuk program beasiswa 2026, sebanyak 1.010 mahasiswa telah menyelesaikan tahapan seleksi. Sementara itu, 60 calon penerima program STEM masih menjalani proses seleksi di empat perguruan tinggi negeri. Adapun seleksi mahasiswa untuk program pendidikan ke Mesir dijadwalkan berlangsung pada 24 September 2026.

Khofifah mengingatkan para penerima beasiswa agar tidak menjadikan kelulusan sebagai tujuan akhir. Ia ingin investasi pendidikan tersebut berujung pada lahirnya karya dan gagasan yang mampu menjawab persoalan masyarakat.

"Beasiswa jangan berhenti pada gelar. Harus ada riset, karya, inovasi dan gagasan yang memberikan dampak," pungkasnya. (ain)

Sumber: