Rawan Ancaman Siber Jelang Pemilu 2029, Bawaslu-BSSN Perkuat Kolaborasi
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja berjabat tangan dengan Sekretaris Utama BSSN Soetedjo Joewono di Jakarta.--
JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Bawaslu bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memperkuat keamanan siber untuk mengantisipasi berbagai ancaman digital dalam tahapan menuju Pemilu 2029 melalui penguatan tata kelola, deteksi dini, dan kompetensi pegawai, Rabu 9 September 2026.
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan, penguatan keamanan siber menjadi bagian penting dalam menghadapi Pemilu 2029 seiring semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengawasan pemilu.
BACA JUGA:Sejarah Hari Persandian Republik Indonesia 4 April dan 4 Tugas BSSN
Hal tersebut disampaikan Bagja dalam kegiatan Sinergi Bawaslu dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Memperkuat Keamanan Digital dalam Tata Kelola Pengawasan Pemilu di Kantor Bawaslu, Jakarta.

Mini kidi--
Menurut Bagja, perkembangan teknologi digital memungkinkan pengawasan pemilu berlangsung lebih cepat, terintegrasi, efektif, serta mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Namun, semakin luas pemanfaatan teknologi, semakin besar pula ruang yang harus dilindungi dari berbagai ancaman siber. Ancaman tersebut antara lain gangguan terhadap keamanan data dan layanan digital hingga serangan yang dapat berdampak terhadap kredibilitas lembaga.
"Keamanan digital tidak boleh ditempatkan sebagai persoalan teknis semata. Keamanan digital merupakan bagian dari tata kelola kelembagaan, bagian dari manajemen risiko, bagian dari perlindungan data dan informasi, serta bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu," kata Bagja.
BACA JUGA:Bawaslu-Kemenkum Jatim Sepakati Penguatan Sinergi Hukum dan Demokrasi
Ia mengatakan, gangguan di ruang digital dapat memengaruhi keamanan informasi, keberlangsungan layanan, kredibilitas lembaga, hingga kepercayaan publik terhadap proses pengawasan pemilu.
Karena itu, potensi serangan siber perlu diantisipasi sejak 2027 karena tahapan menuju Pemilu 2029 sudah mulai berlangsung pada tahun tersebut.
Bawaslu juga memiliki pengalaman menghadapi ancaman siber pada Pemilu 2019 dan Pemilu 2024. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan kerja sama dengan BSSN perlu terus diperkuat.
"Karena itu kerja sama Bawaslu dan BSSN menjadi penting untuk mewujudkan tujuan Bawaslu tahun 2025-2029, yaitu pengawasan pemilu yang aksesibel, transparan, dan kredibel melalui kemanfaatan teknologi informasi yang seiring dengan penguatan keamanan siber," katanya.
Bagja menekankan pendekatan pencegahan harus menjadi prinsip utama dalam pengamanan digital. Potensi kerawanan perlu diidentifikasi sedini mungkin dan mitigasi disiapkan sebelum ancaman berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
Sumber: antaranews.com







