Harlah Kejaksaan RI
iklan ulta memorandum

Polemik Retribusi Pasar, Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Buka Suara

Polemik Retribusi Pasar, Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Buka Suara

Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Sudjono Teguh Widjaja menyoroti polemik retribusi pasar.--

KEDIRI, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Sudjono Teguh Widjaja meminta perwakilan pedagang mengajukan surat resmi untuk menggelar audiensi bersama legislatif dan instansi terkait mengenai polemik tarif retribusi pasar tradisional, Sabtu 6 September 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Sudjono seusai menghadiri kegiatan Pendidikan Politik dan Technical Meeting Turnamen Mini Soccer "Asik Menuju Puncak" Piala Ketua Umum Bahlil Lahadalia di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri.

"Silakan bersurat resmi ke DPRD. Nanti akan kami jadwalkan untuk memanggil semua pihak terkait," ujar politikus Partai Golkar yang akrab disapa Pak Jono tersebut.

Menanggapi keluhan para pedagang, Sudjono menilai besaran tarif retribusi yang berlaku saat ini masih tergolong terjangkau.

BACA JUGA:Golkar Kediri Adakan Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia Merangkul Gen Z


Mini kidi--

Menurutnya, regulasi tarif tersebut bukan kebijakan baru, melainkan aturan yang telah berjalan sejak kepemimpinan wali kota periode sebelumnya.

"Tarif itu sudah sangat murah. Lagipula aturan ini kan sudah berlaku sejak zamannya Mas Abu (Wali Kota terdahulu)," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri itu.

Sementara itu, gelombang protes sebelumnya merebak di kalangan pedagang pasar tradisional di Kota Kediri akibat kenaikan tarif yang dinilai memberatkan di tengah menurunnya daya beli masyarakat dan jumlah pengunjung pasar.

BACA JUGA:Pemkab Kediri Gelar Pasar Murah, Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok


Gempur Rokok Illegal--

Para pedagang menyoroti kenaikan biaya sewa lapak dan retribusi harian yang dianggap tidak sebanding dengan omzet penjualan harian mereka.

Aksi protes tersebut memuncak saat para pedagang Pasar Bandar menggelar aksi mogok berjualan selama sehari pada awal September lalu. (roh/fai)

Sumber: