Harlah Kejaksaan RI
iklan polisi

Sigap Hadir di Tulungagung, Bikin SIM Tak Perlu Tinggalkan Jam Pelajaran

Sigap Hadir di Tulungagung, Bikin SIM Tak Perlu Tinggalkan Jam Pelajaran

Seorang siswa mengikuti ujian SIM melalui program Sigap di Tulungagung.--

 

 

TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor (Satlantas Polres) Tulungagung menghadirkan program Sigap (SIM Gapai Pelajar) setiap Rabu pukul 13.30 hingga 16.00 WIB. Tujuannya, untuk memudahkan pelajar berusia minimal 17 tahun mengurus SIM tanpa mengganggu jam pelajaran.

Program Sigap ditujukan bagi pelajar di Kabupaten Tulungagung yang ingin membuat SIM baru dengan pelayanan yang mudah dan transparan.

Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Ivan Danara Oktovian mengatakan program SIGAP merupakan inovasi pelayanan kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

"Kami terus berupaya berinovasi. Salah satunya melalui program SIGAP, SIM Gapai Pelajar. Program ini khusus bagi pelajar di Kabupaten Tulungagung yang ingin membuat SIM baru," ujar AKP Ivan.

Menurutnya, masih banyak pelajar yang ingin memiliki SIM, tetapi terkendala waktu karena harus mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

"Ketika kami datang ke sekolah, banyak pelajar yang menyampaikan ingin membuat SIM baru, tetapi terkendala waktu. Karena itu, kami berikan ruang melalui program ini. Pelaksanaannya setiap Rabu pukul 13.30 sampai 16.00 WIB, sehingga tidak mengganggu jam pelajaran," jelasnya.

BACA JUGA:Polres Tulungagung Ingatkan 7 Aturan Soal Pelaksanaan Sound Horeg


Mini kidi--

Untuk mengikuti program Sigap, pelajar harus berusia minimal 17 tahun, memiliki KTP, serta membawa kartu pelajar sebagai bukti masih berstatus sebagai pelajar di Tulungagung.

Ivan menegaskan meski dikemas khusus untuk pelajar, seluruh proses penerbitan SIM tetap mengikuti standar dan ketentuan yang berlaku.

"Persyaratannya tetap standar. Pemohon harus sehat jasmani dan rohani, kemudian lolos psikotes, tes teori, serta ujian praktik. Sarananya sama, hanya pelayanan khusus pelajar kami laksanakan pada hari Rabu melalui program Sigap," terangnya.

Program Sigap sekaligus menjadi bagian dari upaya Satlantas Polres Tulungagung meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas di kalangan generasi muda.

Ivan menyebut pelajar merupakan salah satu kelompok yang cukup rentan terlibat kecelakaan lalu lintas sehingga kepemilikan SIM diharapkan tidak sekadar menjadi kelengkapan administrasi, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk memahami aturan dan etika berkendara.

"Kami ingin pelajar memahami aturan lalu lintas dan menjadi pelopor tertib berlalu lintas. Apalagi data kecelakaan lalu lintas menunjukkan sekitar 60 persen kejadian melibatkan pelajar," katanya.

BACA JUGA: Polres Tulungagung Edukasi AI, 180 Siswa SMAN 1 Kalidawir Belajar Manfaatkan Teknologi


Gempur Rokok Illegal--

Ia berharap keberadaan Sigap dapat mendorong semakin banyak pelajar memilih berkendara secara legal, tertib, dan mengutamakan keselamatan.

"Generasi muda ini nantinya akan menggantikan kita. Kami ingin mereka menjadi pelopor tertib lalu lintas sesuai aturan yang ada. Harapannya, melalui program ini keselamatan berlalu lintas juga semakin meningkat," ungkap Ivan.

Dari sisi pelayanan, Satlantas Polres Tulungagung memastikan proses pengurusan SIM melalui program Sigap berlangsung cepat dan terukur dengan waktu pelayanan paling lama sekitar 60 menit sejak proses awal hingga selesai selama seluruh persyaratan dan tahapan dapat dilalui pemohon.

Pada pelaksanaan perdana pekan lalu, tercatat dua pelajar telah memanfaatkan layanan Sigap untuk mengurus SIM baru.

"Pada pelaksanaan Minggu lalu sudah ada dua orang yang memanfaatkan program ini. Kami berharap ke depan semakin banyak pelajar yang memanfaatkan Sigap," tambahnya.

Berdasarkan data Satlantas Polres Tulungagung, jumlah pelajar berusia di atas 17 tahun yang telah memiliki SIM saat ini masih sekitar 10 persen.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan program SIGAP terus didorong untuk memberikan kemudahan akses pelayanan, meningkatkan kepatuhan pelajar terhadap aturan lalu lintas, sekaligus menekan risiko kecelakaan di jalan. (fir/fai)

 
 
 

Sumber:

Berita Terkait