iklan muktamar

Surat Cinta untuk Cak Imin

Surat Cinta untuk Cak Imin

Anas Urbaningrum, Mantan Ketua PB HMI periode 1997-1998--

PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Ada baiknya Santai aja, Sahabatku. HMI itu bisa kok dipanjangkan menjadi  "Haji Muhaimin Iskandar". He..he..he...

Sejatinya, tidak ada alasan HMI bermusuhan dengan PMII. Tidak ada dasar juga bagi PMII untuk memusuhi HMI. 

BACA JUGA:Penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Presiden Prabowo Terima Kartu Anggota NU Seumur Hidup


Mini kidi--

Berkompetisi itu baik, pembelajaran dan mendewasakan. Tentu dalam semangat persaudaraan.

Mau teori sosial, kajian demokrasi, civil society, apalagi prinsip ukhuwah (Islamiyah, Wathaniyah, Insaniyah) tidaklah tersedia argumen, kecuali untuk berlomba-lomba menghadirkan kemaslahatan. Bersama spirit paseduluran. 

BACA JUGA:Muktamar NU Jadi Forum Tertinggi, Gus Ipul: Keputusannya Mengikat Peserta

Jika terkait dengan NU, misalnya Ketua Umum yg dipilih oleh AHWA (dan Rais ‘Aam) adalah alumni PMII atau alumni HMI atau alumni GMNI atau alumni IPNU atau alumni Ansor atau alumni Fatayat, seharusnya tidak ada persoalan.

Saya merasa pernah dipersaudarakan dengan @cakimiNOW secara “khusus” oleh Kyai Abdul Jalil Mustaqim, Pondok PETA Tulungagung. 

BACA JUGA:Gus Kikin Resmi Jadi Ketum PBNU Periode 2026–2031

Saat itu sama-sama sebagai Ketua Umum, Cak Imin menjelang akhir periodenya, saya mengawali periode kepengurusan. Setidaknya, itu perasaan saya.

Saya ingat, salah satu nasihat pendek dari Kyai Jalil : “PMII dan HMI yang rukun ya”. Tentu disampaikan dalam bahasa Jawa.

BACA JUGA:KH Miftachul Akhyar Terpilih Kembali Jadi Rais Aam PBNU 2026 - 2031


Gempur Rokok Illegal--

Sumber: