Nasib Ojol Jember di Ujung Tanduk, DPD PSI Siap Pasang Badan Suarakan Hak Driver
--
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Roda kehidupan pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Jember tampaknya makin berat berputar. Jika dulu dapur bisa mengepul lega, kini para pahlawan jalanan ini harus mandi keringat saban hari hanya demi mengumpulkan sisa-sisa rupiah yang kian menipis.
​Pahitnya realita tersebut terungkap dalam aksi berbagi sembako dan ruang diskusi hangat yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jember di Jalan Hayam Wuruk Nomor 127, Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Minggu (30/8/2026).

Mini kidi--
​Di hadapan sekitar 200 sejawatnya, Fera Kurniawati, salah satu pengemudi ojol perempuan di Jember, menumpahkan isi hatinya yang berlarut-larut dipendam. Pendapatannya turun drastis ketimbang beberapa tahun lalu.
​“Dulu kalau kondisi masih normal, kita bisa kantongi uang kotor Rp200.000 sampai Rp250.000 per hari. Kalau sekarang? Jangankan segitu, mau dapat Rp100.000 saja sudah angel (sulit) sekali, Mas,” ujar Fera dengan nada lesu.
​Kondisi ini makin diperparah oleh skema pemotongan dari pihak aplikasi yang dinilai sangat menjerat. Belum lagi beban biaya operasional harian yang sepenuhnya ditanggung mandiri oleh pengemudi, mulai dari pengisian bahan bakar hingga perawatan kendaraan agar tetap layak jalan.
​Fera membeberkan, hadirnya fitur 'tarif hemat' yang diterapkan sejumlah platform raksasa seperti Gojek, Grab, dan Shopee kian mengikis margin pendapatan mereka.
​“Potongan aplikasi kalau tidak salah masih 8 persen, dan itu terasa sangat berat bagi kami. Apalagi sekarang ada opsi tarif hemat. Dari tarif hemat itu, yang masuk ke kantong driver cuma Rp8.000, padahal penumpang bayarnya Rp12.000 sampai Rp13.000,” keluhnya.
​Tak berhenti di situ, sengitnya perang promosi dan obral voucher antar-platform ikut memengaruhi distribusi orderan yang diterima para pengemudi di lapangan.
BACA JUGA:Kapolres Jember Temui Ribuan Ojol, Ikut Tabur Bunga dan Fasilitasi Salat Gaib untuk Affan Kurniawan
​Menanggapi jeritan hati ratusan driver tersebut, DPD PSI Jember menegaskan komitmennya untuk tidak tinggal diam. Ketua DPD PSI Jember, Fera Eka Aulina, berjanji akan pasang badan dan membawa aspirasi para pengemudi ojol ini ke pihak-pihak terkait, khususnya penyedia layanan aplikasi.
​“Aspirasi teman-teman ojol sudah saya tampung dan siap kami perjuangkan. Fokus utama kita adalah mendorong evaluasi skema pembagian hasil dengan pihak vendor agar lebih adil,” tegas Fera Eka Aulina.
Sumber:







