Program SMK Go Global Digenjot, Pelatihan CPMI Surabaya Bidik Pasar Taiwan dan Malaysia
Abdul Haris (jas hitam) selaku Wakil Ketua III Satuan Tugas Percepatan SMK Go Global saat meninjau pelatihan CPMI di Surabaya.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Program SMK Go Global Tahap I menyiapkan 100 calon pekerja migran Indonesia melalui pelatihan operator produksi di Surabaya untuk memenuhi kebutuhan pasar Taiwan dan Malaysia, Kamis 27 Agustus 2026.
Program SMK Go Global terus digenjot untuk membuka akses kerja bagi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) ke pasar kerja internasional. Pemerintah memastikan proses penyiapan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) dilakukan secara terukur agar penempatan ke luar negeri berlangsung prosedural, aman, dan terlindungi.
BACA JUGA:SMK Go Global Jatim Siapkan SDM Profesional untuk Pasar Kerja Dunia
Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. Penegasan itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Abdul Haris selaku Wakil Ketua III Satuan Tugas Percepatan SMK Go Global saat mengecek pelatihan CPMI di Balai Diklat Industri Surabaya.

Mini kidi--
Abdul Haris mengatakan, penempatan PMI tidak sekadar diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di luar negeri. Program tersebut juga menjadi bagian dari strategi nasional untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Penempatan Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri harus berlangsung secara prosedural, aman, dan terlindungi. Ini juga menjadi bagian dari strategi nasional pengentasan pengangguran dan penguatan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Pada pelaksanaan SMK Go Global Tahap I, tercatat 14.523 pendaftar. Setelah melalui seleksi administrasi, tes tertulis, dan wawancara, sebanyak 3.340 peserta dinyatakan lolos.
Para peserta kemudian mengikuti pelatihan peningkatan keterampilan atau upskilling dengan pendekatan berbasis kebutuhan pasar (demand-driven). Mereka tersebar dalam 167 kelas di 20 wilayah kerja Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).
Khusus di Jawa Timur, pelatihan SMK Go Global Tahap I digelar di Balai Diklat Industri Surabaya dan Politeknik Kesehatan Malang.
Pelatihan di Balai Diklat Industri Surabaya difokuskan pada kompetensi operator produksi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja berdasarkan job order dari Taiwan dan Malaysia.
Sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Abdul Haris berharap para peserta memanfaatkan kesempatan itu secara maksimal sebagai bekal memasuki dunia kerja internasional.
"Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memberikan pengalaman kerja di luar negeri," ujarnya.
Sumber:







