iklan HUT R!

Fraksi PDIP DPRD Jatim Ingatkan Pemprov, 3,71 Juta Warga Masih Terjerat Kemiskinan

Fraksi PDIP DPRD Jatim Ingatkan Pemprov, 3,71 Juta Warga Masih Terjerat Kemiskinan

Wara Sundari Renny Pramana--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mengingatkan Pemprov Jatim agar tidak berpuas diri dengan penurunan angka kemiskinan karena masih terdapat 3,71 juta warga miskin berdasarkan data Maret 2026, Kamis 20 Agustus 2026,

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Wara Sundari Renny Pramana menyampaikan, meski tren penurunan patut diapresiasi, angka tersebut menandakan pekerjaan rumah pemerintah dalam menghadirkan kesejahteraan yang merata masih sangat besar.


Mini kidi--

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Jawa Timur pada Maret 2026 tercatat 3,71 juta jiwa atau 9,06 persen. Angka ini turun 92,06 ribu jiwa dibandingkan September 2025 yang berada di level 3,80 juta jiwa atau 9,30 persen, serta membaik dari Maret 2025 yang mencapai 9,50 persen.

“81 tahun Indonesia merdeka, kemiskinan di Jatim memang turun. Tetapi masih ada 3,71 juta warga Jawa Timur yang hidup dalam kemiskinan. Ini pengingat bahwa perjuangan menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat belum selesai,” tegas sosok yang akrab disapa Bunda Renny ini.

BACA JUGA:Fraksi PDIP Jatim Dorong P-APBD 2026 Maksimal Beri Manfaat untuk Rakyat

Menurut Bunda Renny, persoalan kemiskinan juga masih menunjukkan kesenjangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Pada Maret 2026, jumlah penduduk miskin di perkotaan tercatat sekitar 1,58 juta jiwa, sementara penduduk miskin di perdesaan mencapai 2,13 juta jiwa.

Kondisi tersebut, kata Bunda Renny, menunjukkan penguatan ekonomi perdesaan perlu menjadi bagian penting dalam strategi pengentasan kemiskinan di Jawa Timur.

“Penguatan ekonomi perdesaan harus menjadi perhatian, melalui pertanian, perikanan, UMKM, koperasi, akses pembiayaan dan hilirisasi produk lokal,” ujarnya.

“Rakyat tidak cukup hanya dibantu untuk bertahan. Mereka harus diberi kesempatan untuk tumbuh dan mandiri,” lanjutnya.

BACA JUGA:Fraksi PDIP Ingatkan Pemprov Jatin 4.400 Pekerja Terancam PHK

Selain sektor perdesaan, isu ketenagakerjaan dan kualitas lapangan kerja, lanjut Bendahara DPD PDI Perjuangan Jatim ini, juga harus menjadi perhatian. Data yang ada menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 3,55 persen per Februari 2026, turun 0,06 poin dari Februari 2025, dengan 892 ribu angkatan kerja belum terserap.

Sementara itu, proporsi pekerja formal baru mencapai 35,56 persen atau justru mengalami penurunan sebesar 0,53 poin persentase dibandingkan Februari 2025.

Bunda Renny mengingatkan bahwa penurunan angka pengangguran tidak serta-merta menjamin kesejahteraan jika pekerjaan yang ada tidak masuk kategori produktif dan berpenghasilan layak.

Sumber: