kebakaran Margomulyo, Peralatan Rumah Tangga di Gudang Ludes Tak Tersisa
Petugas DPKP Kota Surabaya berhati-hati ketika hendak masuk ke gudang yang terbakar di Margomulyo Permai.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kebakaran hebat yang terjadi di Margomulyo, ternyata melanda gudang berisi peralatan rumah tangga. Di Kompleks Pergudangan Margomulyo Permai Blok AH, api bahkan sempat mengancam gudang lain di sekitar lokasi.
Asap hitam pekat membubung tinggi hingga terlihat dari Jalan Raya Margomulyo. Besarnya kobaran membuat upaya pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) milik gudang sekitar tidak mampu menjinakkan api.

Mini kidi--
Salah satu pegawai gudang di sekitar lokasi, Hari, mengatakan api pertama kali diketahui sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, kobaran muncul dari bagian depan dalam gudang yang terbakar.
“Api tiba-tiba muncul dari bagian dalam depan gudang. Kami langsung berusaha memadamkan dengan air seadanya dan APAR,” ujarnya di lokasi.
Menurut Hari, lebih dari 20 tabung APAR sempat digunakan untuk membantu pemadaman. Namun, besarnya kobaran membuat upaya tersebut tidak banyak membuahkan hasil.
“Kemungkinan lebih dari 20 tabung. Gudang-gudang di sini semuanya punya APAR, tapi api terlalu besar,” katanya.
BACA JUGA:Gudang di Margomulyo Permai Surabaya Terbakar, 23 Unit Damkar Dikerahkan
Saat kebakaran terjadi, gudang dalam kondisi tertutup. Petugas dan warga kemudian membuka paksa akses masuk untuk memudahkan proses pemadaman.
Melihat kobaran semakin membesar, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mengerahkan kekuatan besar. Sebanyak 23 unit armada Damkar dan dua armada dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diterjunkan ke lokasi.
Kepala DPKP Kota Surabaya Laksita Rini Sevriani mengatakan petugas menggunakan berbagai peralatan untuk mengantisipasi api merambat ke bangunan lain.
“Selain Bronto kami juga melibatkan unit robotik dan armada Pinton untuk memaksimalkan pemadaman dari berbagai sudut,” ungkapnya.
BACA JUGA:Mau Padamkan Pabrik Terbakar, Armada Damkar Hantam Truk Molen, Petugas Terjepit di Kabin
Salah satu armada yang dikerahkan yakni Bronto Skylift dengan jangkauan 42 meter. Unit tersebut digunakan untuk melakukan pemadaman dari ketinggian sekaligus mencegah kobaran menjalar ke gudang di sekitarnya.
Sumber:






