iklan HUT R!

Mahasiswa Asal Osaka Sebut Tarik Tambang dan Egrang di Situbondo Mirip Permainan Jepang

Mahasiswa Asal Osaka Sebut Tarik Tambang dan Egrang di Situbondo Mirip Permainan Jepang

Mahasiswa asal Jepang, saat ikut bermain permainan tradisional di Alun-alun Kota Situbondo.--

SITUBONDO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kemeriahan Festival Permainan Tradisional dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-81 dan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-208 tahun 2026 berlangsung semarak.

Agenda yang digelar pada Selasa (18/8/2026) ini tidak hanya memikat ratusan siswa SD di Kota Situbondo, tetapi juga sukses menarik perhatian sejumlah wisatawan mancanegara

BACA JUGA:Gelorakan Sport Tourism, KAI Ngebel KOM 2026 Diserbu 500 Cyclist Mancanegara


Mini kidi--

Salah satunya adalah Kana Kawabata, mahasiswa asal Osaka, Jepang. Kana mengaku sangat tertarik mencoba permainan tradisional di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, karena menemukan kemiripan dengan permainan tradisional di negara asalnya.

“Saya rasa ini sangat menarik karena beberapa permainan di sini mirip dengan permainan tradisional kami di Jepang,” ujar Kana.

BACA JUGA:Warga Surabaya Hingga Turis Mancanegara Tumplek Bleg Saksikan Kemegahan SFF 2026 di Jalan Tunjungan

Ia mencontohkan tarik tambang dan egrang sebagai permainan yang memiliki kemiripan tersebut. Menurut Kana, tarik tambang juga sering dimainkan dalam kegiatan olahraga atau festival di Jepang. Sementara itu, permainan egrang bambu sudah ia kenal sejak di lingkungan sekolah maupun festival di negaranya.

Meski demikian, Kana mengaku masih menemui beberapa permainan tradisional Indonesia yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Hal itu membuatnya penasaran dan ingin menjajal seluruh permainan yang tersedia di festival.

“Saya ingin mencoba semuanya,” ungkapnya antusias.

BACA JUGA:Kampoeng Lawas Maspati Bubutan Jadi Primadona Kunjungan Turis Mancanegara

Pemerintah daerah berharap festival ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Acara ini ditargetkan mampu mendorong permainan tradisional kembali hidup di tengah masyarakat, sekaligus menjadi alternatif aktivitas positif bagi anak-anak agar mengurangi penggunaan gawai atau HP. 


Gempur Rokok Illegal--

Sementara itu, Ali Wafa selaku koordinator Program Summer Course of Coffee menjelaskan bahwa kehadiran para wisatawan asing ini merupakan bagian dari program internasional mereka. Sebanyak 41 mahasiswa dari berbagai universitas dan negara tercatat mengikuti program tersebut. 

Sumber:

Berita Terkait