Data IKD Diperkuat, Pemkot Mojokerto Bidik Bantuan Sosial Tepat Sasaran
Wali Kota Ning Ita menghadiri evaluasi IKD dan Perlinsos --
MOJOKERTO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat pembenahan data kependudukan dan perlindungan sosial melalui optimalisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta sistem Perlindungan sosial (Perlinsos).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai program pemerintah, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga bantuan sosial, benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
BACA JUGA:Ning Ita Ajak Warga Kota Mojokerto Jadi Pelindung Perempuan dan Anak dari Kekerasan

Mini kidi--
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan, transformasi digital dalam administrasi kependudukan merupakan kebutuhan penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Selain memudahkan masyarakat mengakses dokumen kependudukan, IKD dinilai mampu meningkatkan kualitas dan akurasi data pemerintah.
Hal itu disampaikan Ning Ita saat menghadiri evaluasi IKD dan Perlinsos bertajuk “Optimalisasi Data IKD dan Perlinsos untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat” di Kelurahan Prajuritkulon, Selasa (11/8/2026).

Gempur Rokok Illegal--
Menurut Ning Ita, pemerintah kini terus mendorong peralihan identitas kependudukan ke format digital sehingga masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada dokumen fisik.
“Dengan IKD, masyarakat cukup menggunakan gawai untuk mengakses identitas kependudukan. Di sisi lain, pemerintah juga memperoleh data yang lebih valid sehingga memudahkan penyusunan kebijakan,” ujar Ning Ita.
Ia menambahkan, data kependudukan yang mutakhir menjadi salah satu kunci dalam menentukan kebijakan pemerintah. Semakin akurat data yang dimiliki, semakin tepat pula program pembangunan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
BACA JUGA:Peringatan Nuzulul Qur’an di Mojokerto, Ning Ita Ajak Warga Perbanyak Murojaah dan Waspada Banjir
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Sosial (Dinsos P3A) Kota Mojokerto Farida Mariana menyebut validitas data merupakan fondasi utama dalam penyaluran berbagai program pemerintah.
Dari sekitar 142 ribu penduduk Kota Mojokerto, lanjut Farida, sekitar 40 persen menjadi sasaran berbagai program bantuan yang bersumber dari APBN maupun APBD.
Sumber:





