Tramadol: Jalan Pintas Menuju Sesat
ilustrasi tramadol Jalan pintas menuju sesat.--
Katanya sekali minum, badan langsung enteng.
Ungkapan seperti ini makin sering terdengar di warung, tempat nongkrong, bahkan di lingkungan kerja. Yang dibicarakan adalah tramadol, obat yang kini semakin mudah diperoleh secara ilegal dan digunakan tanpa pengawasan dokter. Banyak orang percaya bahwa obat keras ini ampuh menghilangkan pegal, menambah tenaga, dan meredakan stres.
Sungguh tidak benar dan sangat memprihatikan. Tramadol adalah obat penghilang nyeri sedang sampai berat yang harus didapat melalui resep dokter. Kerjanya langsung pada titik tangkap kerja di otak untuk menurunkan rasa nyeri. Penggunaannya ternyata juga menyebabkan peningkatan keberadaan “hormon kebahagiaan” dopamine dan serotonin di otak yang menyebabkan terjadinya euphoria ringan, perbaikan suasana hati, meredakan kecemasan, dan tubuh serasa lebih bertenaga.
Jadi, sebenarnya Tramadol bukan obat yang dapat mengatasi penyebab rasa nyeri, namun perpaduan hilangnya nyeri dan timbulnya rasa bahagia pada pemakaiannya menyebabkan orang tergoda mengonsumsinya. Akibatnya orang menjadi mengalami ketergantung dan kecanduan.
Artinya, diperlukan dosis lebih tinggi untuk mendapatkan kebahagiaan seperti yang diharapkan, yang secara pasti akan menyebabkan terjadinya efek samping akibat kelebihan dosis. Efek yang sangat berbahaya adalah kesulitan bernapas, disertai depresi, gangguan tidur, demam, kelemahan otot, rasa lelah. Efek fatal yang menyebabkan kematian adalah henti nafas, kejang parah, dan syok.
BACA JUGA:Di Balik Kenikmatan Kopi Tubruk

Mini kidi--
Beras Kencur, Cabe Lempuyang, Temulawak
Nyeri adalah sinyal tubuh yang mengisyaratkan tiba saatnya beristirahat, lelah menandakan kurang atau habisnya energi, sedangkan stres adalah dampak dari kerasnya tekanan akibat pekerjaan.
Ketiganya membentuk sebuah lingkaran setan yang memudahkan tergodanya orang untuk menggunakan tramadol sebagai jalan pintas agar bebas dari nyeri dan kecemasan. Sesungguhnya tidak perlu jalan pintas, karena ketiga keadaan itu sudah dialami secara turun temurun oleh generasi terdahulu.
BACA JUGA:Ganja dan Harga Sebuah Kenikmatan

Gempur Rokok Illegal--
Dan mereka sudah menemukan obatnya yang secara empiris terbukti khasiatnya tanpa menimbulkan dampak yang merugikan kesehatan. Cobalah minuman beras kencur, cabe lempuyang, rebusan temulawak. jahe, dan kunyit. Data ilmiah mendukung khasiat bahan herbal minuman itu melalui efeknya sebagai penghilang nyeri, penurun radang, pelancar aliran darah, mengembalikan fungsi otot, mengatasi kerusakan sel, dan pendongkrak imunitas.
Kencur pada minuman beras kencur secara ilmiah sudah terbukti khasiatnya untuk mengatasi nyeri otot dan persendian. Temulawak dikenal manfaatnya sebagai pelindung fungsi liver, yaitu organ tubuh yang menjadi pintu gerbang awal untuk menyaring darah pembawa nutrisi dari berbagai racun penyebab gangguan kesehatan.
Sumber:




