iklan HUT R!

DPO Pembacok Valet Ambyar Menyerahkan Diri ke Polrestabes Surabaya

DPO Pembacok Valet Ambyar Menyerahkan Diri ke Polrestabes Surabaya

Laurens Lekatompessy (tiga dari kiri) didampingi Ketua dan Pengurus M1R menyerahkan diri ke Polrestabes Surabaya. (ist)--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Laurens Lekatompessy alias Pace, DPO pembacok petugas valet Ambyar, menyerahkan diri ke Polrestabes Surabaya setelah dua pekan masuk daftar pencarian orang, Minggu 9 Agustus 2026.

Kanitresmob Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP I Made Sutanaya mengatakan, tersangka menyerahkan diri pada Minggu, 9 Agustus 2026. Saat ini, Laurens masih menjalani pemeriksaan.

"Iya, hari Minggu malam. Masih pemeriksaan," katanya, Senin 10 Agustus 2026.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polrestabes Surabaya menetapkan satu pelaku pembacokan terhadap Feri (25) dan Didik (28), valet tempat hiburan Ambyar, dalam daftar pencarian orang (DPO).

BACA JUGA:Ultimatum DPO Pembacokan Valet Ambyar, Kapolrestabes Surabaya: Menyerahkan Diri atau Diburu


Mini kidi--

Berdasarkan gambar yang beredar, DPO itu bernama Laurens Lekatompessy alias Pace. Pemuda asal Latulahat, Nusaniwe, Kota Ambon itu berusia 24 tahun.

Ciri-cirinya, DPO itu memiliki tinggi badan 165-170 sentimeter, berbadan sedang, rambut pendek ikal warna hitam, dan memiliki warna kulit sawo matang.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan telah memerintahkan Kasatreskrim AKBP David Manurung untuk mengambil langkah cepat guna menangkap dan memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku.

"Pelaku pembacokan sampai dengan saat ini belum tertangkap. Saya perintahkan kepada Kasat Serse segera lakukan langkah-langkah. Cari, tangkap, dan proses," katanya seperti postingan dalam akun Instagram @luthfie.daily yang dilihat Memorandum pada Rabu, 5 Agustus 2026.

BACA JUGA:Buntut Pembacokan Valet Ambyar, 10 Ribu Massa PSHT Siap Geruduk Markas DC dan Polrestabes Surabaya


Gempur Rokok Illegal--

Luthfie juga menyarankan DPO tersebut agar menyerahkan diri karena polisi sudah mengantongi ciri dan identitasnya.

"Berikan ultimatum kepada yang bersangkutan, agar segera menyerahkan diri. Kita akan terus cari sampai dimanapun. Kita sudah tahu identitasnya, ciri-cirinya. Lebih baik menyerahkan diri," lanjutnya.

Sumber:

Berita Terkait