iklan HUT R!

Runner-up Raka Raki Jatim 2026 Diduga Minta Pacar Aborsi, Polisi Imbau Korban Segera Laporan

Runner-up Raka Raki Jatim 2026 Diduga Minta Pacar Aborsi, Polisi Imbau Korban Segera Laporan

Tio Ferdian Rahmana, runner-up Raka Raki Jawa Timur 2026 yang diduga meminta pacar aborsi--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Nama Tio Ferdian Rahmana, runner-up Raka Raki Jawa Timur 2026 yang juga menyandang predikat Cak & Ning SURABAYA 2023 kini disorot warganet.

Pasalnya, dia diduga menjadi pelaku kekerasan seksual terhadap pacarnya. Tio diduga menyuruh pacarnya yang disebut mengandung dengan usia kandungan 12 bulan itu untuk menggugurkan. Dalam percakapan yang beredar, muncul pembahasan mengenai rencana membawa perempuan tersebut ke Singapura.

BACA JUGA:Viral Dugaan Paksa Pacar Aborsi ke Singapura, Begini Sikap Ikatan Raka Raki Jatim

Ada dugaan Tio meminta sang pacar untuk melakukan aborsi di sana dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh dirinya. Namun, kebenaran terkait informasi yang bersumber dari media sosial itu masih menjadi misteri. Terlebih, sejauh ini korbannya belum membuat laporan ke polisi. Tetapi polisi sudah mengetahui kabar yang sedang hangat diperbincangkan di dunia maya itu.


Mini kidi--

"Monitor, tapi sejauh ini belum ada laporan.Sebagai bahan dasar penyelidikan, kami imbau korban segera buat laporan," kata Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari saat dikonfirmasi Memorandum, Senin, 10 Agustus 2026.

Diberitakan sebelumnya, Jagat media sosial tengah diramaikan dugaan kasus kekerasan seksual yang menyeret nama runner-up Raka Raki Jawa Timur 2026, Tio Ferdian Rahmana. 

BACA JUGA:Diduga Bantu Anak Aborsi Karena Malu Hamil di Luar Nikah, Seorang Ibu di Bojonegoro Jadi Tersangka

Kabar tersebut mencuat setelah beredar sejumlah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga melibatkan Tio dan perempuan yang mengaku sebagai kekasihnya.

Informasi tersebut salah satunya diunggah akun Instagram @ingintauindonesia. Dalam unggahannya, tampak sejumlah percakapan yang diduga membahas kehamilan sang perempuan hingga rencana untuk melakukan aborsi.

Ikatan Raka Raki Jawa Timur menegaskan tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan, pelecehan, maupun penyalahgunaan kekuasaan.

BACA JUGA:Hamili Pacar 3 Kali Berakhir Aborsi, Mahasiswa Universitas Negeri di Surabaya Dituntut 3 tahun Penjara

"Terkait Dugaan Tindak Kekerasan Seksual yang Melibatkan Anggota Ikatan Raka Raki Jawa Timur. Kami Ikatan Raka Raki Jawa Timur menyatakan sikap tegas atas dugaan tindakan kekerasan seksual yang melibatkan anggota organisasi. Kami mengecam segala bentuk tindakan kekerasan, pelecehan, atau penyalahgunaan kekuasaan yang melanggar hukum, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan," demikian pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram @rakaraki_jatim, yang dikutip Memorandum pada Senin, 10 Agustus 2026.

Kepala Disbudpar Jatim, Evy Afianasari, mengatakan pihaknya tidak langsung mengambil keputusan berdasarkan informasi yang beredar di media sosial. Saat ini, proses konfirmasi, verifikasi, dan klarifikasi masih dilakukan untuk memastikan fakta sebenarnya.

Sumber:

Berita Terkait