Tingkatkan Kompetensi Guru SD di Tuban Dosen UNUGIRI Beri Pelatihan Koding dan AI
Pembukaan serta pelaksanaan pengabdian dan pelatihan KKA untuk Guru SD Gugus Surya Pratama Kecamatan Tuban (ist)--
BOJONEGORO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Guna meningkatkan berpikir komputasional siswa, 52 guru Sekolah Dasar (SD) Gugus Surya Pratama Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, mengikuti kegiatan Pendampingan dan Pelatihan Kompetensi Guru dalam pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang dilakukan oleh Tim Dosen UNUGIRI.
Kegiatan tersebut, bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026, melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat Reguler.
BACA JUGA:Bupati Bojonegoro Lepas KKN Unugiri 2026, Mahasiswa Siap Mengabdi di Dalam dan Luar Negeri
Ketua PKM Midya Yuli Amreta, mengatakan bila kegiatan pendampingan dan pelatihan ini bermula dari permasalahan mitra, dalam hal ini Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 1 Surya Pratama di Kecamatan Rengel, perihal masih kurang optimalnya kompetensi guru dalam memahami konsep dan implementasi KKA di SD.

Mini kidi--
Hal yang lain menurutnya, juga sebab terbatasnya bahan ajar dan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa SD. Sehingga, menjadi kendala dalam mengintegrasikan keterampilan abad 21 ke dalam kurikulum
Berdasarkan temuan itulah, Midya menjelaskan program pendampingan dan pelatihan terstruktur pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang berbasis praktik dan konteks pembelajaran SD, konsep berpikir komputasional kepada guru, penggunaan aplikasi pembelajaran dan penyusunan perangkat ajar KKA, peningkatan kapasitas KKG sebagai pusat berbagi praktik baik pembelajaran KKA, serta implementasi pembelajaran dan refleksi praktik.
BACA JUGA:Dosen Unugiri Dampingi UMKM Golden Crunch Kembangkan Nilai Tambah Produk Pangan Lokal
“Enam solusi ini yang kami berikan kepada peserta KKG,” jelasnya.
Kala sesi materi, Midya menjelaskan bila terdapat dua sesi. Sesi pertama, berfokus pada konsep unplugged coding, yakni pengenalan berpikir komputasional dan algoritma dasar tanpa menggunakan komputer. Pada sesi ini, guru diajak memahami konsep logika secara fisik melalui permainan dan aktivitas berbasis unplugged.

Gempur Rokok Illegal--
Kemudian di sesi kedua, penekanan pada praktik berbasis plugged, meliputi pengenalan logika pemrograman (Sequence, Loop, dan If-Else), pembelajaran koding menggunakan code.org, serta pemanfaatan Kecerdasan Artfisial dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut, mendapat sambutan positif dari pihak sekolah, salah satunya Pengawas Koordinator Pendidikan Bidang TK/SD Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban Mu'in. Kala sambutan, beliau menyampaikan apresiasi yang mendalam bila pelatihan yang digelar ini sebagai jawaban seiring dengan tantangan zaman di dunia pendidikan.
BACA JUGA:Hadir di Perpustakaan Unugiri, Duta Baca Indonesia Gol A Gong Beri Motivasi Menulis
Sumber:




