Terminal Teluk Lamong Tambah E-RTG Ramah Lingkungan untuk Perkuat Layanan TPK Nilam
PT Terminal Teluk Lamong menambah satu unit E-RTG berbasis listrik untuk memperkuat layanan TPK Nilam.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – PT Terminal Teluk Lamong menambah satu unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) berbasis tenaga listrik di Terminal Petikemas (TPK) Nilam sebagai upaya memperkuat kapasitas dan kualitas layanan terminal, Rabu 5 Agustus 2026.
Peralatan bongkar muat tersebut tiba dari China menggunakan kapal MV Spring Shine. Penambahan E-RTG menjadi langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan kesiapan operasional terminal sekaligus mendukung transformasi menuju pelabuhan yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.

Mini kidi--
Dengan memanfaatkan tenaga listrik, E-RTG diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kegiatan di lapangan penumpukan peti kemas, mendukung produktivitas pelayanan, serta mengurangi emisi dibandingkan peralatan konvensional berbahan bakar diesel.
BACA JUGA:Terminal Teluk Lamong Gandeng BRIN Perkuat Riset Ekologis Dukung Keanekaragaman Hayati
Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, mengatakan investasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat infrastruktur operasional yang modern dan berkelanjutan.
"Penambahan E-RTG ini merupakan bagian dari komitmen PT Terminal Teluk Lamong untuk terus memperkuat infrastruktur operasional yang modern, efisien, dan ramah lingkungan. Investasi ini dilakukan agar seluruh terminal di bawah pengelolaan perusahaan semakin siap mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas sekaligus menghadirkan layanan yang semakin andal bagi pengguna jasa," ujar Muhammad Syukur.
Ia menambahkan modernisasi peralatan tersebut sejalan dengan agenda transformasi Pelindo dalam mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan kualitas serta keberlanjutan layanan kepelabuhanan.
"Sejalan dengan transformasi Pelindo, kami akan terus mendorong penerapan teknologi dan inovasi guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, keselamatan, dan kualitas layanan terminal," tambahnya.
E-RTG tersebut memiliki kapasitas angkat 40 ton dengan kemampuan penumpukan peti kemas hingga satu di atas enam atau 1 over 6 containers. Kehadiran alat ini akan memperkuat kegiatan penanganan peti kemas di lapangan penumpukan TPK Nilam setelah seluruh tahapan instalasi, pengujian, dan commissioning selesai.

Gempur Rokok Illegal--
Sementara itu, Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto, mengatakan penambahan E-RTG diharapkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas operasional dan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
"Kehadiran E-RTG ini akan semakin memperkuat kapasitas layanan Terminal Petikemas Nilam, khususnya dalam mendukung produktivitas di lapangan penumpukan. Setelah proses pembongkaran, instalasi, pengujian, dan commissioning selesai, alat ini ditargetkan mulai beroperasi pada awal Oktober 2026 sehingga dapat memberikan pelayanan yang semakin cepat, aman, efisien, dan andal bagi seluruh pengguna jasa," kata Retno. (rio)
Sumber:




