iklan HUT R!

Dua Mobil Terperosok di Proyek Box Culvert Jalan Asem Mulya, Warga Soroti Pengamanan

Dua Mobil Terperosok di Proyek Box Culvert Jalan Asem Mulya, Warga Soroti Pengamanan

Kendaraan terperosok di proyek box culvert Jalan Asem Mulya Surabaya akibat minimnya pengamanan lokasi.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Dua kendaraan terperosok di proyek pembangunan saluran air box culvert di Jalan Asem Mulya dalam dua hari berturut-turut sehingga memicu kemacetan dan keluhan warga terkait minimnya pengamanan proyek.

Insiden pertama terjadi ketika sebuah mobil pikap yang mengangkut barang hendak berbelok di sekitar lokasi proyek dan roda kiri belakang kendaraan terjebak di sela galian box culvert hingga harus dievakuasi.

Selain itu, sebuah truk kembali terperosok ke lubang proyek di titik berbeda yang masih berada di ruas Jalan Asem Mulya sehingga arus lalu lintas sempat tersendat selama proses evakuasi.

Menurut Ketua RT 4 RW 4 Imam, kejadian tersebut menunjukkan pengamanan proyek masih belum memadai.

"Ini korban kedua dari proyek saluran. Tadi pagi sebuah truk terperosok di area proyek. Kenapa proyek ini seakan acuh terhadap keselamatan pengendara? Ini sudah terjadi untuk kedua kalinya," ujarnya. Rabu 5 Agustus 2026.

BACA JUGA:Buntut Kecelakaan Maut Margorejo, Eri Cahyadi Instruksikan Evaluasi Total dan Hentikan Pengerukan Box Culvert


Mini kidi--

Ia menambahkan, pelaksanaan pekerjaan juga tidak sesuai dengan komitmen awal karena aktivitas proyek masih mengganggu mobilitas warga pada pagi hari.

"Tidak sesuai dengan yang disampaikan. Katanya pekerjaan berhenti sebelum jam berangkat kerja, tetapi kenyataannya masih mengganggu aktivitas warga," katanya.

Menurutnya, minimnya petugas saat penutupan akses jalan pada malam hari juga membuat banyak pengendara terlanjur memasuki lokasi proyek dan harus memutar balik.

"Waktu jalan ditutup malam hari juga tidak ada petugas yang mengarahkan pengendara ke jalan alternatif. Orang yang tidak tahu proyek langsung masuk, baru kemudian harus putar balik," imbuhnya.

Selain itu, warga mengeluhkan kondisi jalan yang masih berlumpur, tergenang, dan licin serta sejumlah lubang yang belum dilengkapi rambu peringatan.

"Untung saya waktu lewat tidak sampai jatuh. Padahal saya sedang membawa dagangan sayuran. Jalannya licin sekali," ujarnya.

BACA JUGA:Proyek Box Culvert Jetis Seraten Molor Terganjal Utilitas, Pemkot Targetkan 19 Desember Tuntas

"Banyak lubang yang belum ada tandanya. Mohon segera diberi penanda karena kami khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan," katanya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Asemrowo Moch Widodo menilai persoalan tersebut dipicu kurangnya koordinasi antara pelaksana proyek dan unsur kewilayahan.

"Kurang koordinasi dan komunikasi dari pihak pelaksana dengan tiga pilar. Penempatan material maupun penutupan jalan tidak pernah dikoordinasikan. Padahal ini akses utama warga," tegas Widodo.

Ia menambahkan, kondisi proyek tersebut juga sempat mendapat perhatian dari Satuan Lalu Lintas sehingga warga ikut dilibatkan untuk membantu pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas.

"Kasat Lantas sempat menghubungi saya terkait kondisi di lokasi proyek. Akhirnya warga setempat juga ikut dilibatkan untuk membantu pengamanan dan mengatur arus lalu lintas," ujarnya. (alf)

 
 
 

Sumber:

Berita Terkait