Semangat Kemanusiaan PMI Jember, Berguru ke Surabaya Demi Raih Standar Mutu Tertinggi
​Ketua Harian PMI Kota Surabaya, Taufik Rohman Hidayat, dengan Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, saling tukar Cendramata.--
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Demi meningkatkan kualitas dan keamanan mutu darah bagi masyarakat, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten JEMBER melakukan kunjungan studi banding ke Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Surabaya pada Rabu (5/8). Langkah ini diambil untuk mempercepat pemenuhan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) serta Plasma untuk Fraksionasi (PUF) dari BPOM tahun ini.
​Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, disambut hangat oleh Ketua Harian PMI Kota Surabaya, Taufik Rohman Hidayat, bersama jajaran tim teknis UDD setempat.
BACA JUGA:Jejak Panjang Dedikasi Gigih Priyambodo di PMI Jember: Dari Anggota PMR hingga Lepas Masa Tugas
​UDD PMI Surabaya sendiri dikenal sebagai salah satu fasilitas pelayanan darah terbaik di Indonesia yang telah mengantongi sertifikasi CPOB sejak tahun 2017. Saat ini, UDD PMI Surabaya beroperasi di gedung tiga lantai seluas 1.600 meter persegi di Jalan Sumatera dan tengah bersiap melakukan ekspansi gedung baru setinggi lima lantai.
​Ketua Harian PMI Kota Surabaya, Taufik Rohman Hidayat, menegaskan komitmen penuhnya untuk mendukung langkah kemanusiaan yang ditempuh PMI Jember.

Mini kidi--
​"Kami selalu terbuka untuk saling berbagi dan belajar bersama. Semua ini demi kebaikan dan kesempurnaan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat. Semoga PMI Kabupaten Jember bisa segera meraih sertifikasi CPOB," ujar Taufik.
​Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menjelaskan bahwa pemenuhan standar CPOB dan PUF bukan sekadar pemenuhan regulasi Permenkes No. 91 Tahun 2015 dan BPOM, melainkan bentuk tanggung jawab moral dalam menjamin setiap tetes darah yang disalurkan aman bagi pasien. Saat ini, Jember bersinergi dan berkejaran dengan waktu bersama beberapa daerah lain seperti Bojonegoro dan Tulungagung untuk menuntaskan standardisasi tersebut.
BACA JUGA:Peduli Sesama, Bus PMI Jember Berhasil Himpun 56 Kantong Darah saat CFD
​"Meraih sertifikasi CPOB tentu bukan hal yang mudah bagi kami yang masih terus belajar. Namun, di tengah keterbatasan sumber daya, kami berkomitmen penuh menyediakan sarana dan prasarana terbaik demi keselamatan para penerima donor," tutur Zainollah yang hadir didampingi Kepala UDD PMI Jember, dr. Agus Burhansyah.
​Dalam pemaparan teknis, perwakilan UDD PMI Kota Surabaya, dr. Martono Adi, menekankan beberapa poin krusial yang harus dipenuhi PMI Jember. Di antaranya, keselarasan Standar Prosedur Operasional (SPO) dengan praktik di lapangan, peninjauan ulang dokumen secara berkala setiap dua tahun, serta kalibrasi alat laboratorium tiap enam bulan sekali.

Gempur Rokok Illegal--
​Selain itu, ketertelusuran Sistem Informasi Manajemen (SIM) UDD menjadi kunci utama agar seluruh riwayat kantong darah dapat teracak dengan akurat. Alur donor dan alur permintaan darah juga harus tertata rapi tanpa celah kesalahan.
​Sebagai bentuk dukungan nyata sesama lembaga kemanusiaan, PMI Kota Surabaya menyatakan kesiapannya untuk menerjunkan tim teknis langsung ke Jember guna mendampingi proses persiapan di lapangan hingga tuntas.(edy)
Sumber:




