Wali Kota Wahyu Tegaskan Pengembangan Karier ASN Berbasis Manajemen Talenta

Wali Kota Wahyu Tegaskan Pengembangan Karier ASN Berbasis Manajemen Talenta

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memimpin apel di Balai Kota Malang.--

MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Setelah melantik 14 pejabat pimpinan tinggi pratama melalui mekanisme manajemen talenta pada Jumat 31 Juli 2026 lalu, Wali Kota MALANG, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., kembali mengingatkan seluruh ASN di lingkungan Pemkot MALANG untuk terus meningkatkan kompetensi dan kinerja. Mendatang, seluruh proses pengisian jabatan akan mengacu pada sistem manajemen talenta.

Menurutnya, setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan karier sepanjang mampu menunjukkan kompetensi, potensi, dan kinerja yang baik melalui sistem yang telah terintegrasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

BACA JUGA:Wali Kota Malang Perkuat Kolaborasi Percepatan Eliminasi TBC

"Dengan telah ditetapkannya ada rekomendasi untuk Pemerintah Kota Malang menerapkan manajemen talenta. Kami sudah langsung melaksanakannya. Manajemen talenta ini kalau kita terapkan secara optimal sesuai dengan tahapan, pedoman, dan ketentuan yang berlaku, dengan prinsip objektif, terencana, terbuka, dan akuntabel. Karena semua berdasarkan kompetensi yang ada,” ucapnya saat memberikan amanat pada apel pagi ASN Pemkot Malang, di Halaman depan Balai Kota Malang, Senin 3 Agustus 2026.

Berkaitan dengan itu, Wali Kota Wahyu meminta seluruh ASN agar aktif memperbarui dan melengkapi data pada aplikasi kepegawaian. “Pemutakhiran data ini Adalah terkait dengan profil pegawai dan kompetensi, pemutakhiran jabatan yang pernah dilakukan, pemutakhiran penghargaan, dan juga terkait rekapitulasi penugasan oleh perangkat daerah. Di samping itu, kami juga mempertimbangkan kedisiplinan, sanksi dan lain-lain terkait kompetensi dan kinerja sudara,” ucapnya.

BACA JUGA: Percepat Aktivitas Berbasis Listrik, Wali Kota Malang Lepas Parade Mobil Listrik

Ia menjelaskan bahwa data tersebut akan direkap dan diolah melalui sistem yang terintegrasi dengan BKN. Hasil pengolahan tersebut akan memetakan setiap ASN ke dalam 9 talent box berdasarkan kompetensi, potensi, dan kinerjanya. Pemetaan inilah yang kemudian menjadi dasar dalam proses pengembangan karier maupun pengisian jabatan sesuai kebutuhan organisasi.

"Kami terus merekap dan menginventarisir data-data, karena yang masuk ribuan. Kita ada data, data ini berbasis sistem di BKN. Dan dari sistem itu BKN akan menentukan dan nanti masuk ke pemetaan 9 box. Mereka yang terpilih, sesuai kompetensinya, sesuai kinerjanya," jelas Wali Kota Wahyu.


Gempur Rokok Illegal--

Lebih lanjut, saat ini salah satu aspek pada sistem manajemen talenta adalah penilaian 360 derajat, yakni melibatkan penilaian dari atasan, rekan sejawat, dan bawahan. Namun Wali Kota Wahyu menyebut penilaian untuk ASN Pemkot Malang akan menambahkan masukan dari stakeholder terkait, seperti media maupun informasi yang berkembang di masyarakat.

“Saya tidak hanya dari tiga ini saja. Saya menambahan dengan bagaimana saya melihat secara langsung profil saudara sekalian. Termasuk jika mungkin ada info-info lain. Akan kami terima, namun tidak langsung menjadi dasar, kami akan crosscheck," ujar Wahyu.

BACA JUGA:Wali Kota Malang Dorong Kemajuan Olahraga Masyarakat saat Buka Muskot III KORMI

Terakhir, Wali Kota Wahyu menegaskan bahwa penerapan manajemen talenta merupakan bagian dari upaya Pemkot Malang untuk memperkuat sistem merit sekaligus meminimalkan praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) dalam pengisian jabatan.

"Kami ingatkan sekali lagi, jangan percaya apabila ada tawaran-tawaran terkait promosi dengan iming-iming sesuatu. Itu tidak benar. Kami melaksanakan penataan kepegawaian sesuai asas meritokrasi, sesuai kompetensi, semua berdasarkan data," jelasnya.(pkp/ari)

Sumber:

Berita Terkait