Retas 260 Website di Jatim untuk Judi Online, Hacker: Banyak Pengunjungnya
Tersangka Adjani Ardhian Kusuma, asal Kabupaten Demak, Jawa Tengah diamankan di Mapolda Jatim.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Adjani Ardhian Kusuma, asal Kabupaten Demak, Jawa Tengah ditangkap Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jatim atas peretasan website untuk perjudian online.
Direktur Reserse Siber (Dirressiber) Polda Jatim Kombespol Bimo Ariyanto mengatakan, berdasar hasil penyidikan, tersangka memang sengaja menyasar website lembaga pendidikan maupun pemerintahan yang memiliki kelemahan untuk dia retas.
BACA JUGA:Bobol Website Kampus hingga Instansi untuk Judi Online, Hacker Asal Jateng Dibekuk Polda Jatim
"Jadi memang targetnya dari sekian banyak ini adalah sekolah maupun universitas. Karena website ini banyak yang akses. Ketika banyaknya akses, otomatis promosi perjudian itu nanti juga akan bisa diakses," katanya, Kamis, 30 Juli 2026.
Tak tanggung-tanggung, total ada 80 website sekolah, 20 website universitas, 13 website pemerintahan, dan 147 website milik swasta berhasil tersangka retas dan dijual mulai Rp100 ribu hingga Rp1 juta, tergantung isi data website yang diretas.
BACA JUGA:Endorse Judi Online Berujung Bui, Selebgram Surabaya Diganjar 1,5 Tahun Penjara
"Ini termasuk upaya preventif kita untuk antisipasi pencegahan perjudian. Kita putus, artinya upaya-upaya promosi perjudian bisa kita tutup," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur mengungkap peretasan website untuk judi online. Satu orang ditangkap pada Selasa, 21 Juli 2026 dan kini ditetapkan sebagai tersangka.

Gempur Rokok Illegal--
Dia adalah Adjani Ardhian Kusuma, asal Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Dia dibekuk petugas di wilayah Jawa Timur setelah dilaporkan oleh pihak Universitas PGRI Madiun, yang merupakan salah satu korban.
Direktur Reserse Siber (Dirressiber) Polda Jatim Kombespol Bimo Ariyanto mengatakan, modus yang digunakan tersangka adalah memanfaatkan kelemahan website milik orang lain, dengan menyelipkan file yang menyebabkan website target mengalami kerusakan pada sistem keamanan.
BACA JUGA:Keruk Miliaran dari Judi Online, Duit Hasil Kejahatan Jaka Purnama Disetor ke Kas Negara
"Dengan rusaknya sistem keamanan website, kemudian tersangka mengambil data lalulintas internet (network traffic). Setelah data lalulintas internet (network traffic) dicuri, tersangka menjual data tersebut berupa akses kedalam forum jual beli yang rata-rata diperuntukkan untuk menaikkan rating website bermuatan perjudian," katanya, Kamis, 30 Juli 2026.
Sumber:



