Jasad Bocah Semboro Ditemukan Mengapung Usai Terseret Arus Sungai Bondoyudo
Tim medis dari Puskesmas Semboro bersama jajaran Polsek Semboro, lakukan evakuasi korban--
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Harapan keluarga melihat SR (11) kembali dengan selamat akhirnya pupus. Siswi kelas V SD asal Dusun Pucu'an, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, JEMBER, yang sempat dinyatakan hilang misterius selama dua hari, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di aliran irigasi persawahan Dusun Krajan, Desa Rejoagung, Rabu pagi 29 Juli 2026.
​Jasman, seorang petani setempat yang sedang membajak sekaligus mengairi sawah sekitar pukul 08.30 WIB, tersentak saat melihat sesosok tubuh manusia terbujur kaku dalam posisi tengkurap di antara genangan air irigasi. Korban masih mengenakan baju yang sama seperti saat terakhir kali terlihat sebelum menghilang pada Minggu sore 26 Juli 2026.
BACA JUGA:Terseret Arus saat Mancing, Satpolairud Polres Bangkalan Evakuasi Jenazah Pria asal Desa Pangpong
​Pihak kepolisian mengonfirmasi penemuan jasad tersebut. Kanit Reskrim Polsek Semboro, Aipda Yayang Pangestu Widaya, menyebutkan bahwa identitas korban telah dipastikan langsung oleh pihak keluarga yang datang ke lokasi penemuan dengan histeris.
​"Orang tua korban datang langsung ke lokasi dan memastikan bahwa jenazah tersebut adalah putri mereka yang hilang sejak Minggu sore," ujar Aipda Yayang saat dikonfirmasi reporter Memorandum.
​Tim medis dari Puskesmas Semboro bersama jajaran Polsek Semboro langsung melakukan pemeriksaan luar terhadap jasad korban. Dari hasil visum et repertum awal, polisi tidak menemukan adanya bekas luka atau indikasi kekerasan pada tubuh SR.
BACA JUGA:Banjir Lumpur Terjang 40 Rumah di Jember, Satu Warga Hilang Terseret Arus
​"Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada dugaan tindak pidana," ungkap Aipda Yayang.
​Polisi menduga kuat SR terpeleset dan terseret derasnya arus Sungai Bondoyudo yang berjarak hanya sekitar 20 meter dari rumahnya, hingga akhirnya terbawa jauh dan terdampar di saluran irigasi persawahan Desa Rejoagung.
​"Dugaan sementara korban hanyut terbawa arus sungai. Mengingat letak rumah korban memang sangat dekat dengan bibir sungai," lanjutnya.

Gempur Rokok Illegal--
​Meskipun diselimuti rasa duka yang mendalam, pihak keluarga memilih ikhlas dan menolak dilakukan autopsi lanjutan. Jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan.
​"Kami menghormati keputusan keluarga yang memohon untuk tidak dilakukan autopsi dengan menandatangani surat pernyataan resmi. Untuk dugaan tindak pidana sementara ini nihil," tegasnya.
Sumber:




