iklan bhayangkara2

Ansor dan Banser Sisir Toko Miras di Sidoarjo

Ansor dan Banser Sisir Toko Miras di Sidoarjo

Ansor dan Banser turun menyisir toko miras yang kini menjamur di Sidoarjo.(sud)--

SIDOARJO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten SIDOARJO mulai bergerak menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjual minuman keras (miras) di wilayah kota Delta. Aksi tersebut diawali dengan mendatangi sebuah outlet penjualan miras di kawasan ruko Desa Sarirogo, Kecamatan SIDOARJO, Selasa 28 Juli 2026 malam.

Aksi yang diikuti puluhan anggota Ansor dan Banser itu merupakan bentuk respons atas semakin maraknya tempat penjualan miras, serta dugaan praktik prostitusi yang disebut telah menjamur di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Mereka menegaskan kegiatan serupa akan terus dilakukan selama sepekan ke depan.

BACA JUGA:Forkopimda Sidoarjo Siapkan Operasi Besar-besaran Tertibkan Toko Miras Ilegal dan Prostitusi Terselubung

Ketua GP Ansor Kabupaten Sidoarjo, Choirul Mu'minin, memimpin langsung penyisiran tersebut. Menurutnya, langkah ini dilakukan karena pihaknya menilai penindakan terhadap peredaran miras dan praktik prostitusi belum berjalan maksimal.

"Sudah sekian lama keberadaan tempat penjualan miras dan tempat prostitusi ini ada, tetapi belum ada gerakan secara masif dari Satpol PP maupun aparat terkait. Karena itu, GP Ansor dan Banser turun langsung sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial di Sidoarjo," ujar Choirul.

BACA JUGA:Korak Sidoarjo Kritik Razia Miras Setengah Hati, Sebut Pemkab Hanya Sasar Toko Kecil

Ia menilai keberadaan tempat penjualan miras dan praktik prostitusi membawa dampak negatif bagi masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah meningkatnya persoalan kesehatan masyarakat, termasuk penyebaran HIV yang menurutnya perlu menjadi perhatian bersama.

Selama sepekan ke depan, GP Ansor dan Banser berencana mendatangi sejumlah lokasi lain yang diduga menjadi tempat penjualan miras, praktik prostitusi, hingga tempat hiburan malam yang dianggap berpotensi melanggar ketentuan.


Gempur Rokok Illegal--

"Kami akan terus bergerak mendatangi tempat-tempat yang menjadi perhatian masyarakat. Harapannya ada tindakan nyata dari pihak berwenang agar kondisi ini tidak semakin meluas," katanya.

Choirul menambahkan, gerakan tersebut juga mendapat dukungan moral dari para ulama dan kiai di Sidoarjo yang sebelumnya telah menyampaikan keprihatinan terhadap maraknya peredaran miras dan praktik prostitusi melalui berbagai kesempatan.

BACA JUGA:Sidoarjo Sikat Prostitusi, Judi, dan Miras

Aksi penyisiran berlangsung kondusif dengan pengawalan aparat. GP Ansor dan Banser berharap upaya mereka dapat mendorong penegakan aturan yang lebih tegas terhadap peredaran miras ilegal maupun aktivitas lain yang dinilai meresahkan masyarakat.

Sekedar diketahui dan sudah menjadi rahasia umum, toko miras di Sidoarjo kini menjamur. Tidak beda jauh dengan penjual rokok ilegal. Fenomena ini sudah lama dibiarkan. Mulai tengah kota hingga pelosok Sidoarjo kini bermunculan toko miras dan toko rokok ilegal. Mereka seperti kebal hukum karena tak pernah disentuh aparat.(sud/jok)

Sumber: