iklan bhayangkara2

Wajib Diketahui! Bupati Jember Jelaskan Cara Kerja Dokter Pribadi yang Bisa Video Call

Wajib Diketahui! Bupati Jember Jelaskan Cara Kerja Dokter Pribadi yang Bisa Video Call

Gus Fawait mengunjungi dua lansia di Desa Tanggul Kulon dalam program Bunga Desa sekaligus memastikan layanan Home Care mulai berjalan.--

JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mulai menjalankan program dokter pribadi atau dokter keluarga bagi masyarakat tidak mampu melalui layanan Home Care. Melalui program ini, warga akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan di rumah hingga berkonsultasi dengan dokter umum melalui video call tanpa harus datang ke Puskesmas.

"Kalau butuh konsultasi dokter umum bisa melalui video call dengan dokter Puskesmas. Kalau ternyata membutuhkan dokter spesialis, akan disambungkan dengan dokter spesialis atau subspesialis di tiga rumah sakit milik daerah. Kalau dokter menyatakan harus di rujuk, maka tim akan memastikan pasien di bawa ke rumah sakit," terang Bupati Jember Muhammad Fawait saat diwawancarai di sela sela kunjungan Selasa 28 Juli 2026.

BACA JUGA:RT/RW Minta Honor Naik, Bupati Jember Tampung Aspirasi Warga Lewat Bunga Desaku

Pelaksanaan program tersebut terlihat saat Bupati Jember mengunjungi dua lansia bersaudara, Sumirus (76) dan Rubi'ah (80), di Dusun Krajan, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul. Kunjungan itu merupakan bagian dari program Bunga Desa atau Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan.


Gempur Rokok Illegal--

Didampingi Kepala Puskesmas setempat, dia  mendatangi rumah sederhana yang di tempati kakak beradik tersebut. Berdasarkan data pemerintah daerah, keduanya belum pernah menerima bantuan sosial sehingga menjadi salah satu penerima layanan Home Care.

"Kalau nanti sakit, tidak perlu datang ke Puskesmas atau rumah sakit. Tenaga kesehatan yang akan datang ke rumah untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan dasar," ujaranya.

BACA JUGA:Lepas 3.000 Mahasiswa KKN Kolaboratif, Bupati Jember: Ada 31 Kampus, Kenapa Kemiskinan Masih Tinggi?

Lanjut dia  menjelaskan, layanan Home Care di prioritaskan bagi lima kelompok masyarakat, yakni lansia tunggal, ibu hamil berisiko tinggi, anak stunting, penyandang disabilitas dengan penyakit penyerta, serta masyarakat tidak mampu yang menderita penyakit kronis atau berkepanjangan. Kelima kelompok tersebut akan mendapat kunjungan rutin dari tenaga kesehatan.

"Lansia tunggal seperti yang tadi kami temui. Mereka tidak punya anak, tidak punya keluarga yang merawat. Kemudian ibu hamil risiko tinggi, anak stunting, penyandang disabilitas dengan penyakit bawaan, dan masyarakat tidak mampu yang memiliki penyakit berkepanjangan. Mereka inilah yang menjadi sasaran program Home Care," jelasnya.

BACA JUGA:Bupati Jember Siapkan Subsidi Bunga Pinjaman untuk UMKM

Setiap penerima manfaat akan di kunjungi sedikitnya satu kali setiap bulan oleh tim tenaga kesehatan dari Puskesmas. Dalam kunjungan itu, petugas akan melakukan pemeriksaan kesehatan dasar sesuai kondisi masing-masing pasien.

"Setiap bulan mereka akan didatangi tim nakes. Dilakukan pemeriksaan dasar. Kalau di butuhkan pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, dan lainnya akan dilakukan. Kalau cukup di beri obat atau vitamin, langsung di berikan," katanya.

BACA JUGA:Bupati Jember Bantah Anggaran Bunga Desaku Habis: Uangnya Ada, Bahkan Dapat Grojokan dari Pusat

Sumber: