iklan bhayangkara2

Harga Sebuah Kebohongan (6): Ratap Penyesalan di Atas Dosa Semu

Harga Sebuah Kebohongan (6): Ratap Penyesalan di Atas Dosa Semu

ilustrasi sejuta kisah rumah tangga unggah video,--

Beberapa hari kemudian, sebuah video diunggah. Kali ini tanpa skenario manis, tanpa tawa buatan, dan tanpa manipulasi. Hanya ada dua insan manusia yang bersimpuh mengakui dosa-dosa mereka di hadapan publik.

Dengan suara terbata-bata, Ilham dan Sinta membongkar seluruh sandiwara mereka. Mereka meminta maaf atas setiap fitnah dan dramatisasi yang telah merugikan nama baik Epu. Gelombang tanggapan pun berhamburan. Ada yang mencaci, ada yang iba, dan tak sedikit yang memalingkan muka selamanya.

Namun Ilham pasrah. Ia tahu betul, kepercayaan yang telah punah tak akan bisa dihidupkan kembali hanya dengan seuntai kata maaf. Malam merayap makin pekat. Sinta duduk bersisian dengan Ilham di teras rumah mereka yang sunyi. "Kau menyesal, Mas?" tanya Sinta pelan.

BACA JUGA:Harga Sebuah Kebohongan (5): Derita Jiwa di Balik Sandiwara Cinta


Gempur Rokok Illegal--

Ilham mengukir senyum pahit di bibirnya yang kering. "Sangat, Sinta. Sangat menyesal.". "Seandainya waktu bisa diputar kembali?"

Ilham menarik napas panjang, menatap langit malam yang tanpa bintang. "Aku lebih memilih kita hidup dalam kesederhanaan dan memakan nasi garam, daripada bergelimang harta namun berdiri di atas penderitaan orang lain dan kebohongan."

Sinta meraih jemari suaminya, menggenggamnya erat-erat. Ya, mereka memang telah kehilangan segalanya. Popularitas yang semu, kontrak-kontrak besar, dan kemewahan yang menggiurkan. Namun di atas puing-puing kehancuran itu, mereka menemukan kembali sesuatu yang paling berharga dalam hidup: kejujuran dan harga diri.

Sebab pada akhirnya, Ilham menyadari satu kebenaran hakiki yang terlambat datang...Bahwa seberapa pun banyaknya uang yang berhasil ditumpuk di dunia ini, tak akan pernah cukup mahal untuk membeli kembali nama baik dan kepercayaan yang telah terlanjur hancur berkeping-keping. (atp/rdh/fer/habis)

Sumber:

Berita Terkait