Wamenkes Puji Program Home Care Jember, Dorong Jadi Percontohan Nasional
Wamenkes RI Benyamin Paulus Oktavianus menyampaikan sambutan saat peluncuran Program Home Care di Jember.--
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benyamin Paulus Oktavianus mengapresiasi peluncuran program Home Care Pemerintah Kabupaten Jember dan mendorongnya menjadi percontohan nasional. Hal ini diungkapkan saat menghadiri peluncuran program di Puskesmas Sumberbaru, Jumat, 24 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Benyamin mengatakan pembangunan infrastruktur pada era Presiden Joko Widodo menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, fondasi tersebut kini dilanjutkan Presiden Prabowo Subianto melalui penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pemerataan layanan kesehatan.
"Pak Jokowi melakukan hal luar biasa selama 10 tahun. Kita merasakan konektivitas tol, bandara, hingga pelabuhan yang makin bagus. Pak Presiden Jokowi telah membangun sarana dasar yang sangat kuat," ungkap Benyamin.
BACA JUGA:Gus Fawait Luncurkan Homecare, Warga Kurang Mampu di Jember Dapat Layanan Dokter ke Rumah

Gempur Rokok Illegal--
Ia mengatakan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, fokus pembangunan diarahkan pada penguatan kualitas SDM, salah satunya melalui Program Makan Bergizi Gratis agar Indonesia memiliki SDM unggul yang siap bersaing secara global.
Selain SDM, pemerataan fasilitas kesehatan juga menjadi prioritas pemerintah.
Benyamin mengungkapkan pemerintah tengah membangun 66 rumah sakit di daerah yang sebelumnya belum memiliki fasilitas tersebut.
"Tahun depan tidak ada lagi kabupaten di Indonesia yang tidak memiliki rumah sakit. Presiden ingin seluruh rakyat mendapatkan pelayanan kesehatan secara merata," tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi masyarakat melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
BACA JUGA:Lewat Bunga Desaku, Pemkab Jember Padukan Bansos dan Pemeriksaan Kesehatan bagi Lansia
Pemerintah menargetkan pemeriksaan kesehatan berkala mencapai 130 juta orang pada tahun ini, meningkat dari 70 juta orang pada tahun sebelumnya.
Menurutnya, langkah tersebut juga penting untuk menekan kasus tuberkulosis (TBC) karena Indonesia masih menyumbang sekitar 10 persen kasus TBC dunia.
Selain memaparkan program nasional, Benyamin mengapresiasi peluncuran Program Home Care oleh Pemkab Jember.
Ia menilai layanan kesehatan yang mendatangi pasien langsung ke rumah merupakan inovasi yang berdampak besar dan berpihak kepada masyarakat.
Bahkan, Benyamin meminta Bupati Jember, Muhammad Fawait mempresentasikan program tersebut kepada Kementerian Kesehatan agar dapat diadopsi secara lebih luas.
"Saya senang melihat kepedulian Bupati Jember. Program Home Care ini sangat mulia. Jika memungkinkan, tahun 2027 Jember bisa menjadi role model dan pada 2028 diangkat menjadi program nasional," harapnya.
BACA JUGA:Program Perumahan Rakyat untuk Kesehatan Masyarakat: Tekan Kasus TBC dan Stunting
Menanggapi apresiasi tersebut, Bupati Jember, Muhammad Fawait mengatakan, pihaknya siap mengembangkan program tersebut agar menjadi percontohan nasional.
Pada tahap awal, Program Home Care menargetkan 25.000 hingga 50.000 kepala keluarga (KK), khususnya masyarakat kurang mampu yang mengidap penyakit kronis.
Pemkab Jember juga menyediakan saluran aduan hotline "Wadul Gus'e" untuk menjaring warga yang membutuhkan bantuan.
"Filosofinya adalah menghadirkan dokter keluarga bagi warga yang tidak mampu. Untuk tahap awal, kami menyiapkan 1.200 tenaga kesehatan dari total 4.500 nakes yang ada, lengkap dengan kendaraan operasional. Ini kami atur sedemikian rupa agar pelayanan reguler di puskesmas tetap berjalan optimal," pungkas Muhammad Fawait. (fbr)
Sumber:





