iklan bhayangkara2
Pildun Banner

Lima "Pasti" Tips dari Kemenhaj Surabaya agar Jemaah Terhindar Travel Haji dan Umrah Abal-Abal

Lima

Prof Dr Mangestuti Agil, Choirul Shodiq, dan Edi Susilo meninjau booth travel dan umrah.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) SURABAYA memberikan lima tips "Pasti" agar calon jemaah haji dan umrah terhindar dari travel abal-abal yang berujung pada gagal berangkat.

Hal itu disampaikan  Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenhaj Surabaya, Edi Susilo dalam pembukaan pameran Umrah dan Haji Expo 2026 yang diselenggarakan Memorandum dan didukung oleh Forum Komunikasi Pengusaha Travel Umroh Haji (FK Patuh) Jawa Timur, Rabu, 22 Juli 2026.

Edi mengatakan, pertama pasti travelnya. Calon jemaah sebelum berangkat harus memastikan pihak penyelenggara perjalanan ke Tanah Suci itu memiliki izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

"Alhamdulillah, peserta pameran yang hadir pada kegiatan ini telah memiliki izin resmi sehingga masyarakat dapat memperoleh kepastian dan perlindungan," katanya di Tunjungan Plasa Lantai 1.

Kedua, pasti jadwalnya. Masyarakat harus memastikan jadwal keberangkatan dan kepulangan yang jelas. Sebab, masih ada oknum travel  yang tidak berizin dan menjual paket perjalanan secara tidak bertanggung jawab.

BACA JUGA:Travel Resmi Hadir, Haji Umrah Expo 2026 Jadi Kesempatan Emas Calon Jemaah


Gempur Rokok Illegal--

"Jangan sampai jamaah hanya mendapatkan kepastian berangkat, tetapi ketika tiba di Arab Saudi justru mengalami kesulitan dalam proses kepulangan. Hal seperti ini masih ditemukan dan tentu sangat merugikan masyarakat yang telah menabung bertahun-tahun untuk beribadah," lanjutnya.

Ketiga, pasti penerbangannya. Masyarakat perlu memperhatikan rute dan maskapai yang digunakan. Jangan mudah tergiur paket murah yang memiliki transit berulang kali. Semakin banyak transit, semakin besar potensi kendala perjalanan. 

"Jika paket terlalu murah dan tidak masuk akal, masyarakat perlu berhati-hati. Saat ini biaya penyelenggaraan umrah juga mengalami peningkatan, terutama karena tingginya biaya penerbangan," tambahnya.

"Menurut perhitungan yang realistis, biaya umrah yang wajar saat ini berada pada kisaran Rp35 juta ke atas. Jika terdapat penawaran jauh di bawah harga tersebut, masyarakat perlu melakukan pengecekan lebih lanjut," imbuhnya.

BACA JUGA:BSI Hadirkan Tabungan Haji dan Cicil Emas untuk Mudahkan Jemaah Haji dan Umrah

Keempat, pastikan hotelnya, Jangan memilih travel hanya karena menawarkan harga murah. Pastikan akomodasi yang disediakan jelas dan sesuai dengan yang dijanjikan. 

"Kami masih menemukan kasus jamaah yang tidak mendapatkan fasilitas penginapan sebagaimana mestinya," paparnya.

Sumber:

Berita Terkait