iklan bhayangkara2
Pildun Banner

Anggaran KUR Rp290 Triliun, Bunga PNM Mekaar Dipangkas Jadi 8 Persen

Anggaran KUR Rp290 Triliun, Bunga PNM Mekaar Dipangkas Jadi 8 Persen

Plh Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM M. Riza Damanik menjelaskan realisasi penyaluran KUR dan kebijakan penurunan bunga PNM Mekaar saat diwawancarai awak media di Jember.--

JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah mengalokasikan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp290 triliun pada 2026 serta memangkas suku bunga pembiayaan Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar menjadi 8 persen guna memperkuat akses permodalan bagi pelaku UMKM, Selasa 21 Juli 2026.

Pelaksana Harian (Plh) Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM M. Riza Damanik mengatakan hingga Juli 2026 realisasi penyaluran KUR secara nasional telah mencapai sekitar Rp160 triliun atau lebih dari separuh target tahunan.

"Sampai bulan Juli ini penyaluran Kredit Usaha Rakyat di seluruh Indonesia sudah mencapai sekitar Rp160 triliun dari total plafon Rp290 triliun tahun ini. Insyaallah kita berada di jalur yang tepat untuk mencapai target tersebut pada Desember nanti," ujarnya usai menghadiri Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro di New Sari Utama Convention Hall, Mangli, Kecamatan Kaliwates.

BACA JUGA:Bupati Jember Siapkan Subsidi Bunga Pinjaman untuk UMKM

BACA JUGA:Paripurna Raperda Jember, Bupati Fawait Soroti Sinergi KDMP dan MBG

Selain mempercepat penyaluran KUR, pemerintah juga menyiapkan kebijakan baru bagi pelaku usaha ultra mikro melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Sesuai arahan Presiden, suku bunga pembiayaan PNM Mekaar yang sebelumnya berada di kisaran 20 persen diturunkan menjadi 8 persen.

"Pengusaha mikro dan ultra mikro yang mendapatkan pembiayaan melalui PNM nantinya akan memperoleh bunga 8 persen sebagai bentuk afirmasi kebijakan pemerintah," tegasnya.

Riza menjelaskan Jawa Timur menjadi provinsi dengan penyaluran KUR terbesar di Indonesia. Hingga Juli 2026, nilai penyaluran KUR di Jawa Timur mencapai sekitar Rp27 triliun yang telah dimanfaatkan lebih dari 470 ribu pelaku UMKM.

"Di Jawa Timur, penyaluran Kredit Usaha Rakyat sudah mencapai Rp27 triliun kepada lebih dari 470 ribu UMKM. Angka ini menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan penyaluran terbesar di Indonesia," jelasnya.

Di tingkat kabupaten, Jember mencatat penyaluran KUR lebih dari Rp1 triliun kepada lebih dari 20 ribu pelaku UMKM. Capaian tersebut menjadikan Jember sebagai salah satu daerah dengan realisasi penyaluran KUR terbesar di Jawa Timur.

"Penyaluran KUR di Kabupaten Jember sudah lebih dari Rp1 triliun kepada lebih dari 20 ribu UMKM. Ini merupakan capaian yang sangat baik," katanya.

Ia menambahkan kualitas penyaluran KUR di Jember juga melampaui rata-rata nasional. Pada semester pertama 2026, sebanyak 69 persen penyaluran KUR mengalir ke sektor produksi, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 65 persen.

"Sebanyak 69 persen penyaluran KUR di Jember pada semester pertama masuk ke sektor produksi. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sekitar 65 persen," tambahnya.

Menurut Riza, dominasi penyaluran KUR ke sektor produksi akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah usaha, serta memperkuat sektor unggulan daerah, termasuk sektor pertanian.

Sumber: