Pemkot Surabaya Dukung Program Perwalian Massal Anak Inisiasi Kejati Jatim
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menghadiri kegiatan penyerahan dokumen Perwalian Anak Serentak se-Jawa Timur di Convention Hall Arief Rahman Hakim, Kota Surabaya. --
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendukung program perwalian massal anak yang diinisiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Timur melalui kolaborasi dengan Pengadilan Negeri Surabaya dan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Kamis 16 Juli 2026.
Penyerahan dokumen penetapan perwalian yang telah berkekuatan hukum tetap dilaksanakan di Convention Hall Arief Rahman Hakim, Kota Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi Kejati Jawa Timur beserta jajaran lembaga peradilan yang terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, kepastian hukum melalui perwalian menjadi langkah penting untuk melindungi hak-hak anak.
"Melalui perwalian ini, hak-hak anak dapat dijaga dengan baik, mulai dari hak pendidikan, kesehatan, hingga hak dasar lainnya. Tanpa kolaborasi ini, kami di pemerintah kota akan kesulitan untuk bergerak sendiri," ujar Eri.
BACA JUGA:Kejari Kota Malang Dampingi Pengesahan Perwalian Anak
Proses pengajuan perwalian diawali dengan validasi oleh Dinas Sosial Kota Surabaya. Program tersebut diprioritaskan bagi anak yang lahir dan berdomisili di Surabaya, termasuk anak yatim piatu, anak telantar, serta anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Dari hasil verifikasi, sebanyak 75 anak dinyatakan memenuhi syarat. Rinciannya, 39 anak diajukan melalui Kejaksaan Negeri Surabaya dan 36 anak melalui Kejaksaan Negeri Tanjung Perak.
Eri menegaskan akurasi data menjadi prioritas agar program tepat sasaran.
"Kami memprioritaskan anak-anak yang memang asli lahir dan tinggal di Surabaya. Jika ada yayasan yang mengambil anak dari luar daerah untuk diperwaliankan di sini, sementara ini tidak kami proses. Kami fokus menjaga anak-anak Surabaya dulu," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Eri juga berpesan kepada para orang tua asuh agar memberikan kasih sayang dan pendidikan terbaik kepada anak-anak yang kini telah menjadi tanggung jawab mereka secara hukum.
"Saya titip putra-putri ini kepada jenengan. Tolong bawa mereka ke jalan yang baik melalui pendidikan dan kasih sayang," tuturnya.
Ia juga mengingatkan anak-anak agar menghormati dan menyayangi orang tua wali sebagai bekal meraih masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Luhur Istighfar menjelaskan program perwalian massal yang dilaksanakan serentak di Jawa Timur merupakan inisiatif Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejati Jatim.
Sumber:






