Suamiku Tergoda Janda Kaya (3): Madu Beracun di Luar Rumah
ilustrasi sejuta kisah rumah tangga--
Tiga bulan telah berlalu sejak badai itu menyentuh sekujur hidup Panca. Sosok Mirna, janda kaya berparas jelita dengan pesona yang meruntuhkan, perlahan-lahan telah mengubah garis takdirnya.
Perusahaan Panca yang semula megap-megap di ambang kehancuran, kini kembali menggeliat manja. Uang dan proyek besar mengalir deras, membasahi dahaga finansialnya yang sempat kering kerontang. Semua itu berkat belaian jaringan bisnis Mirna.
Panca kembali tersenyum. Senyum kemenangan seorang lelaki. Namun, di balik gemerlap keberhasilan itu, ada harga mahal yang harus dibayar. -Waktu-
Jika dulu setiap tetes keringat keberhasilan selalu ia rayakan dalam pelukan hangat Utari dan celoteh manja anak-anaknya, kini segalanya telah bergeser. Setiap desah napas kesuksesannya seolah wajib dirayakan bersama Mirna.
BACA JUGA:Suamiku Tergoda Janda Kaya (2): Saat Bisnis Berubah Jadi Bisikan Asmara
Makan malam romantis berkedok bisnis, tatap mata penuh arti di depan para investor, hingga perjalanan ke luar kota yang menyalakan getaran-getaran asing di dada Panca. Semuanya selalu ada Mirna. Mirna yang wangi, Mirna yang memukau. “Mas, minggu ini jadi datang ke pentas seni Dika, kan?” tanya Utari suatu malam. Suaranya lembut, menyimpan kerinduan seorang istri yang mulai merasa terabaikan.
Panca yang jemarinya sedang menari di atas layar ponsel hanya mengangguk tak acuh. Matanya tak beralih. "Iya, kalau rapatnya selesai."ucap Panca. "Tahun lalu Mas juga bilang begitu," bisik Utari, ada nada getir yang menyayat di sana.
Panca menghentikan jemarinya. Dihempaskannya ponsel itu ke meja dengan sedikit geram. Ego lelakinya terusik. "Utari, kamu tahu sendiri perusahaan lagi bangkit! Tolonglah, jangan bikin kepala aku tambah pusing dengan urusan sepele!"terang Panca
Utari memandang suaminya dengan mata yang mulai berkaca-kaca, namun ia paksakan sekuntum senyum tipis di bibirnya yang pucat. "Aku bukan mau nambah bebanmu, Mas. Anakmu... dia cuma rindu kehadiran ayahnya."
BACA JUGA:Suamiku Tergoda Janda Kaya (1): Badai di Balik Senyum Sang Investor

Gempur Rokok Illegal--
Panca membisu. Kerutan di dahinya menandakan keangkuhan yang mulai bertunas. Bzzz... Bzzz... ponsel Panca bergetar. Sebuah pesan singkat masuk. Nama 'Mirna' berkedip di layar, seolah memanggil jiwanya. "Besok jangan lupa berangkat lebih pagi, Sayang. Investor dari Singapura sudah mengonfirmasi. Aku menunggumu."ucap Mirna
Tanpa sadar, segaris senyum penuh gairah merekah di bibir Panca. Senyum yang begitu asing bagi Utari. Senyum yang lahir bukan untuknya.
Hari-hari pun menggelinding bagai roda yang tak berrem. Panca menjelma menjadi sosok pria metroseksual yang parlente. Pakaian sutra mahal membungkus tubuhnya, jam tangan emas melingkari pergelangan tangannya, dan sepatu kulit mengilat melangkah dengan angkuh. Bahkan sebuah mobil mewah kini berada di bawah kendalinya—fasilitas dari Mirna agar Panca terlihat lebih pantas dan berwibawa di matanya dan mata dunia.
Saat Utari menatap perubahan itu dengan sejuta tanya di matanya, Panca hanya menjawab dengan nada dingin yang angkuh, "Ini tuntutan kerjaan. Fasilitas kantor."ucap Panca.
Utari hanya bisa mengangguk pasrah. Namun jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, batinnya menjerit. Ia tahu, suaminya sedang terhanyut ke dalam pusaran dunia gemerlap yang tak akan pernah bisa ia sentuh. Panca sedang menikmati madu di luar rumah. (atp/rdh/fer/bersambung)
Sumber:






