iklan bhayangkara2
Pildun Banner

Bazar Blitar Jadoel Catat Perputaran Ekonomi Rp 10 Miliar Selama 5 Hari

Bazar Blitar Jadoel Catat Perputaran Ekonomi Rp 10 Miliar Selama 5 Hari

Suasana Bazar Blitar Jadoel di Alun-Alun Kota Blitar yang mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp 10 miliar.--

BLITAR, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Bazar Blitar Jadoel yang dipusatkan di Alun-Alun Kota Blitar resmi berakhir setelah mencatat estimasi perputaran ekonomi sekitar Rp 10 miliar selama lima hari pelaksanaan.

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan nilai tersebut berdasarkan laporan omzet para pedagang dan stan yang berpartisipasi dalam bazar.

"Perkiraannya begitu, perputaran ekonomi tembus hingga Rp 10 miliar. Tentu ini juga harus diapresiasi, karena bukti bazar mampu menjadi alternatif pendapatan ekonomi," katanya, Selasa 14 Juli 2026.

Menurutnya, angka tersebut cukup luar biasa karena dibandingkan tahun-tahun sebelumnya pelaksanaan bazar tahun ini dikemas lebih sederhana dengan perlengkapan dan sarana pendukung yang disesuaikan dengan anggaran.

BACA JUGA:Tiga Jabatan Kepala OPD di Pemkot Blitar Kosong, Tunggu Seleksi Enam JPT Kelar


Gempur Rokok Illegal--

Ia menambahkan, sejak dibuka pada 8 Juli hingga 12 Juli 2026, ribuan warga memadati Alun-Alun Kota Blitar setiap malam sehingga menjadi parameter bahwa bazar masih mendapat perhatian masyarakat.

"Sejak dibuka 8 Juli hingga 12 Juli, setiap malam ramai. Tentu ini menjadi parameter, bazar masih ada di benak warga," katanya.

BACA JUGA:Penyuluhan Anti-Bullying di MA Assalam Selopuro Blitar, Polisi Bekali Siswa Baru Cegah Perundungan

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar Parminto mengatakan estimasi pengunjung yang memenuhi lokasi acara setiap hari rata-rata lebih dari 12 ribu orang yang berasal dari Kota Blitar maupun daerah lain.

"Dampak ekonominya mengena. Bukan hanya mendongkrak pendapatan pedagang, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Banyak yang menjadi tenaga kerja dadakan, seperti perias dekorasi, penjaga stan, dan tukang parkir," katanya. (dul)

Sumber: