Tanggapi Keluhan Warga, Kontraktor Klaim Owner Sudah Undang RT untuk Rembukan
Hino (baju Hitam) Perwakilan dari pihak kontraktor melakukan diskusi dengan warga di lokasi pembangunan gedung 5 lantai Jalan Dupak No 73.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pihak kontraktor proyek pembangunan gedung 5 lantai di Jalan Dupak No. 73 akhirnya angkat bicara mengenai keluhan warga Babatan Gang 14 RT 14 RW 5 kelurahan Gundih kecamatan Bubutan.
Perwakilan pihak kontraktor, Hino menjelaskan bahwa seluruh prosedur perizinan proyek bangunan ruko 5 lantai tersebut sebenarnya sudah lengkap.
BACA JUGA:Belum Ada Kesepakatan Kompensasi, Warga Terdampak Proyek Gedung 5 Lantai Minta Mediasi
Hino juga mengungkapkan proses pembangunan dimulai sejak pertengahan April 2026 dan ditargetkan rampung pada Desember 2026 ini baru memasuki proses awal pemancangan.
Lebih lanjut, menanggapi protes warga, Hino mengklaim owner telah melakukan koordinasi sebelum proyek dimulai, ia berasumsi pihak RT lupa mensosialisasikan ke warga.
BACA JUGA:Proyek Gedung Serbaguna Lontar Mangkrak, Komisi A DPRD Surabaya Desak Pemkot Segera Tuntaskan
"Sudah dari pihak ownernya ke RTnya langsung sebelum mulai. Kami dari pihak kontraktor dan owner juga sudah pamitan dulu di awal. Izinnya di sini sudah lengkap semua," ujar Hino, Senin 13 Juli 2026.
Mengenai tuntutan uang kompensasi yang diajukan oleh warga, Hino mengaku hal tersebut berada di luar wewenangnya karena ada tim internal khusus dari pihak manajemen yang menanganinya.

Gempur Rokok Illegal--
Meski begitu, ia mengungkapkan bahwa pihak owner sebelumnya sudah pernah mengundang perwakilan warga untuk berunding namun yang datang hanya ketua RT.
"Dari owner sebenarnya sudah pernah memanggil warga, namun waktu itu baru ketemunya sama ketua RT saja. Ketua RTnya yang kemudian kembali untuk merundingkan hasil itu ke masyarakat," pungkas Hino.
BACA JUGA:Polemik Proyek Gedung Basuki Rahmat, Camat Genteng Jadwalkan Mediasi Warga pada Senin Besok
Terkait keluhan warga mengenai adanya dinding samping mengalami retak yang ditakutkan roboh menimpa warga, Ia membantah kerusakan tersebut disebabkan oleh aktivitas alat berat pemancangan tiang proyek, menurutnya dinding yang retak sudah ada sejak dulu.
"Dindingnya tuh dari awal memang sudah retak gitu dari awal, dari sebelum kita mulai proyek berjalan, ini kan bangunan lama, dari pihak kontraktor nanti akan tetap merobohkan sambil proses pembangunan berjalan," ungkapnya.(yat)
Sumber:






