Terjunkan 947 Mahasiswa KKN di 77 Desa, Bupati Situbondo Berikan 'Karpet Merah'
Mas Rio, Mbak Ulfi, pimpinan OPD Pemkab Situbondo, saat foto bersama ratusan mahasiswa.--
SITUBONDO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Sebanyak 947 mahasiswa dari 10 universitas resmi dilepas oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Alun-alun Kota Situbondo, Selasa (14/7/2026). Ratusan mahasiswa ini nantinya akan tersebar di 77 desa yang ada di Kabupaten Situbondo.
Acara pelepasan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Ulfiyah, jajaran pimpinan OPD Pemkab Situbondo, camat, kepala desa, serta perwakilan dari masing-masing universitas.
BACA JUGA:Serahkan SK Kepala Sekolah, Mas Rio Minta ASN Situbondo Jaga Integritas dan Profesionalisme
Dalam sambutannya, Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kolaborasi dari 10 perguruan tinggi, yang telah menerjunkan mahasiswanya ke Situbondo. Sebelumnya, pelepasan sebagian mahasiswa KKN juga telah dilaksanakan di wilayah Besuki.

Gempur Rokok Illegal--
Mas Rio memberikan instruksi tegas kepada Sekretaris Daerah (Sekda), para camat, hingga kepala desa untuk memberikan fasilitas terbaik bagi para mahasiswa. Ia menegaskan tidak boleh ada pihak desa yang menolak atau mempersulit kegiatan KKN.
"Sampaikan kepada mereka untuk membantu dan memfasilitasi kebutuhan dari adik-adik mahasiswa ini. Tidak boleh ada yang ditolak! Tidak boleh ada yang dipersulit!" tegas Mas Rio.
BACA JUGA:Mas Rio Percepat Perbaikan Dua Jembatan Terdampak Banjir Bandang di Situbondo
Secara humanis, Bupati bahkan meminta warga desa untuk tidak segan berbagi bahan makanan kepada mahasiswa KKN. "Kalau punya sayuran, adik-adik mahasiswa dikasih. Kalau ada beras, diberi," tambahnya. Ia juga berkelakar agar mahasiswa ikut membaur dalam kegiatan keagamaan warga seperti tahlilan atau selamatan sebagai bagian dari adaptasi budaya masyarakat Nahdliyin.
Terkait program kerja, para mahasiswa KKN dijadwalkan akan fokus membantu pemutakhiran data masyarakat pada desil 1 dan 2, yang dikategorikan sebagai kemiskinan ekstrem. Pihaknya berharap kehadiran mahasiswa dapat berkolaborasi dengan petugas sensus yang saat ini sedang bekerja hingga Agustus mendatang demi menghasilkan data kemiskinan yang lebih valid.
BACA JUGA:Mas Rio Cium Tangan Guru SD saat Hardiknas di Situbondo, Momen Haru di Alun-alun
Mas Rio berpesan agar mahasiswa tidak terjebak dalam terlalu banyak program kerja yang tidak tuntas. "Jangan terlalu banyak aktivitas. Cukup misalnya satu yang mau diselesaikan di satu desa itu, itu lebih baik daripada banyak tapi tidak selesai," ujarnya.
Lebih jauh Mas Rio menegaskan, bahwa Pemkab Situbondo memberikan 'karpet merah' berupa perlindungan, pengayoman, dan fasilitas penuh bagi seluruh peserta KKN, termasuk izin penggunaan fasilitas desa seperti mobil siaga atau ambulans jika diperlukan dalam kondisi darurat.
"Saya minta para mahasiswa juga dipersilakan melapor langsung via media sosial, jika menemui kendala signifikan di lapangan,"pungkasnya.
Sumber:






