iklan bhayangkara
Pildun Banner

Khofifah: MUI Harus Jadi Garda Terdepan Dakwah Digital dan Penguatan Kesehatan Mental Masyarakat

Khofifah: MUI Harus Jadi Garda Terdepan Dakwah Digital dan Penguatan Kesehatan Mental Masyarakat

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan selamat kepada Pengurus MUI Provinsi Jawa Timur Masa Khidmat 2025-2030 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era digital. 

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pengukuhan Pengurus MUI Provinsi Jawa Timur Masa Khidmat 2025-2030 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Minggu, 12 Juli 2026.

BACA JUGA:B50 Resmi Diluncurkan, Khofifah Tegaskan Kesiapan Jatim Kawal Kedaulatan Energi

Dalam sambutannya, Khofifah menyoroti tingginya kebutuhan masyarakat terhadap referensi keagamaan di ruang digital. Berdasarkan data yang diterimanya, lebih dari 60 persen pengguna media sosial mencari konten dan rujukan keagamaan.

Karena itu, ia mendorong MUI Jawa Timur untuk memperkuat transformasi dakwah digital dengan menghadirkan konten keagamaan yang kredibel, moderat, dan berbasis sanad keilmuan yang jelas.

BACA JUGA: Khofifah Pastikan Layanan Haji Jatim Terus Ditingkatkan, Bandara Dhoho Ditarget Layani Jamaah Mulai 2027

"Lebih dari 60 persen pengguna media sosial mencari referensi keagamaan. Ini menunjukkan bahwa ruang digital harus diisi dengan dakwah yang mencerahkan dan memberikan jawaban yang sahih terhadap berbagai persoalan umat," ujar Khofifah.

Menurutnya, masyarakat saat ini tidak hanya membutuhkan fatwa dan bimbingan keagamaan secara konvensional, tetapi juga akses cepat terhadap panduan keagamaan melalui berbagai platform digital. 


Gempur Rokok Illegal--

Oleh sebab itu, MUI memiliki posisi strategis untuk menjadi rujukan utama masyarakat di tengah derasnya arus informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan sumber keilmuannya.

Selain dakwah digital, Khofifah juga menyoroti meningkatnya persoalan kesehatan mental yang terjadi di masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa kasus bunuh diri, kecanduan media digital, hingga paparan pornografi pada anak dan remaja menjadi tantangan serius yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk para ulama.

BACA JUGA:Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Khofifah Soroti Peran Strategis Polri Jaga Iklim Investasi

"Banyak persoalan sosial yang tidak cukup diselesaikan hanya dengan pendekatan birokrasi. Dibutuhkan penguatan spiritualitas, pendampingan keagamaan, dan kehadiran para ulama di tengah masyarakat," ujarnya.

Khofifah berharap kepengurusan MUI Jawa Timur periode 2025-2030 dapat menjadi motor penggerak penguatan nilai-nilai keagamaan, menjaga harmoni sosial, sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan umat yang terus berkembang.

Sumber:

Berita Terkait