Jelang Hari Raya Karo 2026, Kapolsek Senduro Ajak Warga Jaga Keamanan dan Kerukunan
AKP Wahono Pudji Santoso, Kapolsek Senduro bersama Fokopimca Rakor persiapan Hari Raya Karo di Ranupane.--
LUMAJANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Persiapan pelaksanaan Hari Raya Karo 2026 di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, mulai dimatangkan melalui Musyawarah Desa yang digelar di Balai Desa Ranupani, Rabu 8 Juli 2026.
Kegiatan yang dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh adat, perangkat desa, hingga masyarakat itu menjadi forum untuk menyepakati berbagai aspek teknis demi kelancaran salah satu tradisi budaya masyarakat Tengger tersebut.
BACA JUGA:Kawal Asta Cita Presiden, Polsek Senduro Dampingi Petani Lumajang Perkuat Ketahanan Pangan

Mini Kidi Wipes.--
Kapolsek Senduro yang hadir dalam musyawarah menegaskan pentingnya koordinasi sejak dini agar seluruh rangkaian Hari Raya Karo berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Menurut AKP Wahono Pudji Santoso, seluruh panitia maupun pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan diharapkan menyampaikan pemberitahuan kepada kepolisian jauh sebelum pelaksanaan sehingga pengamanan dapat dipersiapkan secara maksimal.
BACA JUGA:Kontes Nasional Kambing Senduro, Ini Harapan Bunda Indah untuk Peternak Lumajang
"Kami mengimbau agar setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar disampaikan kepada kepolisian minimal 14 hari sebelum pelaksanaan. Dengan begitu kami dapat menyiapkan langkah-langkah pengamanan dan pengaturan yang diperlukan sehingga seluruh rangkaian Hari Raya Karo dapat berjalan aman, tertib, dan lancar," ujar AKP Wahono.
Ia menambahkan, keberhasilan sebuah kegiatan adat tidak hanya ditentukan oleh kesiapan panitia, tetapi juga oleh partisipasi seluruh masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
"Kami berharap seluruh warga tetap menjaga persatuan, saling menghormati, dan bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Tradisi budaya yang sudah diwariskan turun-temurun ini harus menjadi kebanggaan bersama sekaligus dapat dinikmati dengan rasa aman," tambahnya.
BACA JUGA:Lumajang Segera Miliki Batalyon Infanteri TP di Desa Burno Senduro
Musyawarah tersebut dihadiri Camat Senduro Sarjitho, perwakilan Koramil Senduro, Ketua BPD Ranupani Tuangkat, Sekretaris Desa Ranupani, Ketua Pelestari Adat Sampurno, Romo Dukun Bambang Sutejo, Kepala Resort Ranupani, perangkat desa, RT/RW, serta sekitar 50 warga.
Ketua BPD Ranupani, Tuangkat, menjelaskan bahwa musyawarah dilaksanakan sebagai langkah awal menyatukan persepsi seluruh elemen masyarakat mengenai pelaksanaan Hari Raya Karo.
"Kegiatan ini bertujuan agar seluruh rangkaian Hari Raya Karo berjalan aman dan lancar. Seluruh persoalan, mulai dari iuran hingga teknis pelaksanaan, dimusyawarahkan bersama. Kami juga mengusulkan kepada pengelola kawasan agar pendakian menuju Ranukumbolo ditutup sementara selama prosesi adat berlangsung sehingga pelaksanaan ibadah masyarakat Tengger tidak terganggu," ujarnya.
Sumber:






