iklan bhayangkara
Pildun Banner

Kawasan Kalitebu Ditata, Warga Bulakbanteng Tak Lagi Dihantui Gangster

Kawasan Kalitebu Ditata, Warga Bulakbanteng Tak Lagi Dihantui Gangster

PJU yang dipasang di median jalan kawasan Kalitebu oleh Pemkot Surabaya, membuat kawasan yang dikenal kumuh dan rawan itu terlihat lebih bersih, terang, dan aman jika malam.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Penataan kawasan Kalitebu di Jalan Raya Dukuh Bulakbanteng II, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya sejak April 2025 mulai menemukan hasil. Pantauan lapangan, Selasa 7 Juli 2026, kawasan yang sebelumnya kumuh, gelap, dan rawan kriminalitas itu menjadi ruang publik yang lebih bersih, terang, dan aman.

Proyek infrastruktur dan lingkungan yang diinisiasi pemerintah kota (pemkot) tersebut bahakan dipantau langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, untuk memastikan penataan berjalan optimal.

BACA JUGA:Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ringkus Pengedar Sabu Asal Bulak Banteng


Mini Kidi Wipes.--

Setelah hampir tiga bulan berjalan, warga mengaku merasakan dampak positif, terutama meningkatnya keamanan pada malam hari.

Ketua RT 16/RW 07 Suropati, Kelurahan Bulakbanteng, Ashariono (51), mengatakan minimnya penerangan di sepanjang Kalitebu sebelumnya kerap dimanfaatkan kelompok remaja bersenjata atau gangster untuk berkumpul.

“Dulu kalau malam Minggu itu sering ada gangster yang bawa samurai. Mereka bikin huru-hara, kejar-kejaran sampai masuk ke dalam kampung. Itu yang bikin warga ketakutan dan waswas kalau mau keluar malam,” ujar Ashariono.

Menurutnya, kondisi tersebut berubah setelah Pemkot Surabaya membersihkan kawasan dan memasang lampu penerangan jalan umum (PJU) di median jalan.

"Jalanan menjadi lebih lebar, terang benderang, dan anak muda yang sering kumpul itu sudah tidak terlihat lagi. Warga jadi tidak lagi takut untuk berlalu-lalang selama 24 jam penuh,” imbuhnya.

BACA JUGA:Adik Bacok Kakak Kandung Gegara Isu Narkoba di Bulak Banteng Surabaya

Penataan kawasan juga berdampak pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sebelumnya berjualan hingga memanfaatkan bahu jalan.

Ashariono mengakui kebijakan tersebut sempat memengaruhi omzet sebagian pedagang karena mereka harus memundurkan lokasi usahanya demi menjaga estetika dan kelancaran akses jalan.

Namun, pemerintah bersama pengurus lingkungan terus berkoordinasi untuk mencari solusi agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan tanpa mengganggu fungsi fasilitas umum.

"Memang tidak bisa langsung 100 persen bersih, semuanya dilakukan secara bertahap. Alhamdulillah, warga sangat senang dengan perubahan ini. Akses jalan sekarang enak, luas, dan yang paling penting warga merasa aman," tuturnya.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Bulak Banteng, Abdul Aziz, mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya dalam menata kawasan tersebut.

Ia mengatakan sebelum ditertibkan, bantaran Kali Tebu dipenuhi tumpukan rongsokan dan parkir liar.

“Atas permintaan warga untuk penertiban dan pelebaran jalan, hasilnya sekarang bisa kita nikmati bersama. Dulu kawasan ini sangat kumuh dan kotor, sampai-sampai orang enggan lewat sini,” kata Abdul Aziz.

Meski pembangunan jalan belum sepenuhnya rampung, Abdul Aziz berharap penataan dilanjutkan hingga jembatan di sisi utara kawasan.


Gempur Rokok Illegal--

"Mudah-mudahan pembangunannya tidak berhenti di sini, karena masih ada satu jembatan lagi di pojok utara yang perlu ditata," tambahnya.

Sementara itu, Feris, warga Semampir yang setiap hari melintasi kawasan tersebut untuk bekerja, mengaku kini merasa lebih aman melintas karena jalan telah beraspal, terbagi menjadi dua jalur, dan didukung penerangan yang memadai.

“Sekarang kalau lewat sini sudah tidak ada rasa takut karena penerangannya sudah banyak. Saya mengajak warga Bulakbanteng supaya tetap menjaga kebersihan dan lingkungannya, agar para pengendara yang lain juga bisa terus melintas dengan nyaman," pungkasnya. (alf) 

Sumber:

Berita Terkait