iklan bhayangkara
Pildun Banner

BPBD Cetak Guru Tangguh Hadapi Bencana, Sasar 89 Persen Sekolah Rawan di Jatim

BPBD Cetak Guru Tangguh Hadapi Bencana, Sasar 89 Persen Sekolah Rawan di Jatim

Kegiatan Training of Facilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (TOF SPAB) mencetak fasilitator tangguh bencana di kalangan guru.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Tingginya tingkat kerawanan bencana yang mengancam satuan pendidikan di Jawa Timur mendorong percepatan program Sekolah Aman Bencana. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat kapasitas guru sebagai fasilitator kebencanaan di lingkungan sekolah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Training of Facilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (TOF SPAB) yang kembali digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur. 

BACA JUGA:BPBD Jatim: Relawan Bencana Kini Punya Payung Hukum Lebih Kuat


Mini Kidi Wipes.--

Sebanyak 50 guru SMA, SMK, dan MA dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur mengikuti pelatihan lanjutan yang merupakan hasil kolaborasi BPBD Jatim bersama Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jawa Timur, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, dan Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengungkapkan bahwa kebutuhan akan sekolah tangguh bencana masih sangat besar. Dari total 4.088 SMA sederajat di Jawa Timur, sebanyak 3.645 sekolah atau 89,2 persen berada pada kategori rawan bencana tinggi.

BACA JUGA: BPBD Jatim Perkuat Desa Tangguh Bencana di 38 Kabupaten dan Kota

"Jumlah sekolah yang sudah mendapatkan pelatihan SPAB masih sangat terbatas, sekitar 95 sekolah atau hanya dua persen dari total yang ada. Karena itu, peningkatan kapasitas guru menjadi strategi penting untuk mempercepat terbentuknya sekolah yang tangguh terhadap bencana," ujar Gatot, Selasa, 7 Juli 2026.

Menurut Gatot, guru memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan peserta didik setiap hari. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat ditransfer kepada warga sekolah sehingga budaya kesiapsiagaan bencana tumbuh secara berkelanjutan.

BACA JUGA:Antisipasi 'Godzilla El Nino', BPBD Jatim Siapkan Gudang Logistik Modern Berbasis Digital

Ketua IGI Jawa Timur, Sukari, menilai pelibatan guru dalam program kebencanaan merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. Ia mengapresiasi konsistensi BPBD Jatim yang rutin menyelenggarakan TOF SPAB setiap tahun.

"Guru adalah ujung tombak pendidikan. Ketika guru memahami mitigasi dan penanganan bencana, maka pengetahuan itu akan menular kepada siswa dan seluruh warga sekolah," ucapnya. 

Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari kebijakan dan peta jalan SPAB, Kajian Risiko Bencana Partisipatif (KRBP), pembentukan Tim Siaga Sekolah, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), hingga simulasi penanganan bencana.


Gempur Rokok Illegal--

Sumber:

Berita Terkait