Terduga Pembunuh ASN Bangkalan Diduga Kabur ke Jawa Tengah
Video yang mempertontonkan korban dengan terduga pelaku, yang diunggah korban di salah satu medsosnya.--
BANGKALAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kasus tewasnya Ruly Yunis Setiawati (50), ASN Bangkalan hingga kini masih manjadi teka-teki. Informasi yang beredar, terduga pelaku berinisial E asal Parepare, Sulawesi Selatan ini kabur ke Jawa Tengah.

Mini Kidi Wipes.--
Pengacara keluarga korban, Risang Bima Wijaya mengatakan, informasi tersebut sudah beredar liar sejak beberapa minggu lalu. Pihak keluarga juga sudah mendengar informasi tersebut.
"Kalau ngomong lari ke Jawa Tengah itu hari Jumat kita sudah dengar isu-isu begitu, pelaku lari ke Solo. Tapi enggak jelas informasinya," katanya, Jumat, 3 Juli 2026.
BACA JUGA:Polda Jatim Turun Tangan Selidiki Kematian ASN Bangkalan di Parkiran Bandara Juanda
Sementara petunjuk baru yang diungkap Risang, korban dan terduga pelaku berinisial E itu sempat mengirim lokasi (shareloc) ke anaknya pada Kamis (19/6) lalu di sekitar pusat oleh-oleh yang berada di kawasan Pujon, Malang.
"Korban sempat kirim shareloc kepada anaknya Kamis sekitar pukul 20.00 WIB. Shareloc yang dikirimkan berada depan toko buah atau oleh-oleh Agro Wisata Dewi Sri Pujon," lanjutnya.

Gempur Rokok Illegal--
Risang tidak mengetahui apakah korban sempat membeli sesuatu di lokasi tersebut. Namun ada dugaan saat itu korban bersama dengan terduga pelaku. Setelah memberikan kabar kepada anaknya, korban kemudian mengakhiri komunikasi tersebut.
"Setelah dari lokasi itu, enggak ada kontak. Baru besok malamnya pada hari Jumat ada kontak dengan keluarga, video call dengan adiknya," ungkapnya.
BACA JUGA:Polisi Bongkar Kematian ASN Bangkalan?
BACA JUGA:Pembunuh ASN Bangkalan Asal Sulawesi Tinggal di Malang
Sementara Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengaku memback up penuh kasus dugaan pembunuhan tersebut. Sejauh ini, pihaknya menerjunkan beberapa tim memburu terduga pelaku.
"Benar, kami back up penuh kasus itu. Sudah kami bagi anggota menjadi beberapa tim untuk melakukan pengejaran terduga pelaku di sejumlah kota," jelasnya
Sumber:






