MBG Vakum Selama Libur Sekolah, Relawan Dapur SPPG Kehilangan Penghasilan
Potret Mitra, staf ahli dan relawan SPPG Mitra SPPG Pradah Kalikendal. --
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Libur sekolah tahun ajaran 2026 tak hanya menghentikan aktivitas belajar mengajar, tetapi juga berdampak pada operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk di Surabaya, menghentikan sementara kegiatan produksi makanan hingga sekolah kembali aktif pada pertengahan Juli.

Mini Kidi Wipes.--
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya, Kusmayanti, mengatakan penghentian operasional dilakukan sesuai Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026. Selama masa libur, seluruh layanan MBG dihentikan, termasuk penyaluran makanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Menurutnya, masa jeda ini dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi administrasi dan pembenahan sarana prasarana dapur SPPG oleh masing-masing mitra.
"Seluruh operasional diliburkan sesuai surat edaran. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk melakukan evaluasi data, administrasi, sekaligus memberikan waktu kepada mitra memperbaiki fasilitas dapur," ujar Kusmayanti, Kamis, 2 Juli 2026.
BACA JUGA:Dukung Program MBG dan Astacita, Kapolres Beri Penghargaan Mitra SPPG 3 Polres Madiun

Gempur Rokok Illegal--
Ia menjelaskan, penghentian operasional berlangsung mengikuti kalender akademik, yakni sejak 22 Juni hingga 10 Juli 2026. Dapur MBG dijadwalkan kembali beroperasi pada 13 Juli bersamaan dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar.
Namun, di balik penghentian sementara tersebut, para mitra dapur mengaku menghadapi berbagai konsekuensi. Mitra SPPG Pradah Kalikendal, Sri Yuliani, mengatakan seluruh aktivitas memasak dihentikan dan sekitar 40 relawan serta pekerja harian diliburkan tanpa menerima upah.
Hanya sejumlah staf ahli dan petugas keamanan yang tetap bekerja untuk menjaga operasional dasar dapur selama masa libur.
"Yang tetap masuk hanya staf ahli dan petugas keamanan. Sementara relawan dan pekerja harian semuanya libur, sehingga tidak ada penghasilan selama dapur tidak beroperasi," ungkapnya.
Yuli mengungkapkan, penghentian operasional juga membuat mitra kehilangan pendapatan insentif harian yang selama ini digunakan untuk menopang biaya operasional dan pengembalian investasi dapur.
Padahal, sejumlah biaya seperti sewa bangunan tetap harus dibayarkan meski dapur tidak digunakan.
Sumber:






