Pengaruh UMKM Ayam Geprek terhadap Peningkatan Ekonomi Karang Besuki
Dani Darmawan, Imam Masyhuri, Bimo Aditya Prasetyo, Restu Al Maliky.--
Oleh:
Dani Darmawan, Imam Masyhuri, Bimo Aditya Prasetyo, Restu Al Maliky
(Mahasiswa Sosiologi, FISIP, Universitas Muhammadiyah Malang)
KELURAHAN Karang Besuki, Kota Malang, memiliki karakteristik wilayah yang unik karena berada di sekitar kawasan pendidikan, permukiman, dan pusat perdagangan. Kondisi tersebut menciptakan permintaan yang tinggi terhadap makanan siap saji dengan harga terjangkau, terutama dari kalangan mahasiswa dan masyarakat sekitar. Situasi ini mendorong tumbuhnya berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), salah satunya usaha ayam geprek yang kini menjadi salah satu sektor kuliner paling berkembang di wilayah tersebut.
Banyak pelaku usaha memanfaatkan halaman rumah sebagai lokasi berjualan untuk menekan biaya operasional dibandingkan menyewa tempat usaha. Selain usaha ayam geprek, UMKM di Karang Besuki juga berkembang pada sektor katering, toko kelontong, jasa laundry, percetakan, serta industri makanan ringan. Meski demikian, usaha ayam geprek tetap menjadi pilihan utama karena bahan bakunya mudah diperoleh, kebutuhan modal relatif rendah, serta memiliki variasi menu dan tingkat kepedasan yang sesuai dengan selera konsumen.
Perkembangan teknologi digital turut menjadi faktor penting dalam pertumbuhan UMKM ayam geprek. Pelaku usaha mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, menggunakan sistem pembayaran nontunai melalui QRIS, menerapkan pencatatan keuangan digital, serta menjalin kerja sama dengan platform layanan pesan-antar makanan seperti GoFood dan GrabFood. Pemanfaatan teknologi tersebut memungkinkan pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus membuka cabang baru, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing.
Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, inovasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Pelaku UMKM terus melakukan pengembangan produk melalui variasi sambal, paket hemat, hingga menu pendamping yang lebih beragam. Selain itu, kemasan produk yang menampilkan identitas merek juga menjadi bagian dari strategi pemasaran untuk meningkatkan daya tarik sekaligus memperkuat citra usaha di mata konsumen.
Dari sisi ekonomi, keberadaan UMKM ayam geprek memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat Karang Besuki. Usaha ini mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan keluarga, serta menggerakkan aktivitas ekonomi lokal melalui pembelian bahan baku dari pemasok di sekitar wilayah. Pemanfaatan media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business, juga memperkuat hubungan antara pelaku usaha dan pelanggan sehingga mampu meningkatkan loyalitas konsumen.
Meski menunjukkan perkembangan yang positif, UMKM ayam geprek masih menghadapi berbagai tantangan. Kenaikan harga bahan baku, persaingan usaha sejenis, keterbatasan akses permodalan, serta rendahnya literasi pengelolaan keuangan dan teknologi digital menjadi hambatan yang perlu diatasi. Padahal, pengelolaan administrasi dan pencatatan keuangan yang baik merupakan salah satu syarat penting dalam memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan.
Oleh karena itu, penguatan kapasitas manajemen usaha, optimalisasi pemanfaatan teknologi digital, serta inovasi produk yang berkelanjutan menjadi langkah strategis bagi pelaku UMKM ayam geprek untuk mempertahankan daya saing sekaligus memperluas peluang usaha. Dengan dukungan tersebut, UMKM tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan penguatan ekonomi masyarakat di Kelurahan Karang Besuki.
Sumber:






