Nyaru Petugas PLN, Dua Pria Makassar Bobol Rumah Warga Gresik dan Curi Rp300 Juta
Rekaman CCTV yang memperlihatkan kedua pelaku sebelum membobol rumah warga di Sidokumpul, Gresik.--
GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Polisi membekuk dua pelaku pembobol rumah di Jl. JA Suprapto, Kelurahan Sidokumpul, GRESIK. Kedua pelaku merupakan pria berinisial MY (52) dan HR (50), warga Makasar, Sulawesi Selatan.
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya mengatakan, keduanya membobol rumah AM (66), warga Jalan J.A. Suprapto, Sidokumpul. Aksi itu dilakukan saat korban keluar bersama mengantar suaminya untuk salat.
BACA JUGA:Nyaru Jadi LSM dan Wartawan, DPO Asal Nguling Ditangkap di Gubuk Sawah

Mini Kidi Wipes.--
Saat kembali ke rumah, korban curiga ketika menemukan bekas jejak kaki di lantai. Selain itu, loker di dalam kamar korban juga dalam kondisi terbuka.
“Saat hendak menyimpan cincin ke dalam loker di kamar, korban mendapati loker sudah dalam keadaan terbuka dan seluruh barang berharga di dalamnya hilang diambil pelaku," kata AKP Arya, Kamis 2 Juli 2026.
BACA JUGA:Nyaru Jadi Pembeli, Pria Madura Gasak Tas di Toko Mebel Sukomanunggal
Akibat pencurian itu, terang Arya, korban mengalami kerugian mencapai Rp 300 juta. Peristiwa itu pun kemudian dilaporkan korban ke Polsek Gresik Kota.
Dari hasil serangkaian penyelidikan, polisi mengamankan kedua pelaku saat berada di wilayah Pulau Bali. Tepatnya di kawasan Jalan Tegal Wangi, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung.
Kepada penyidik, keduanya mengaku telah beraksi di sejumlah TKP di daerah lain. Dalam melancarkan aksinya, mereka kerap menyamar sebagai petugas PLN dan petugas WiFi untuk mengelabui pemilik rumah.

Gempur Rokok Illegal--
"Ada beberapa TKP, biasanya menyamar menjadi petugas dari perusahaan-perusahaan tertentu dengan memakai seragam lengkap untuk melalukan perbaikan," ungkap Arya.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk dua unit telepon seluler. Kasus tersebut pun masih dikembangkan penyidik untuk mengetahui potensi adanya korban lain.
"Masih terus kami kembangkan, karena terdapat dugaan kedua pelaku telah melakukan aksi serupa di sejumlah daerah lain, yakni Gunungkidul, Klaten, Mojokerto, hingga Bandung," tuntasnya.(rez)
Sumber:






