Dewan Pendidikan Bojonegoro Awali Masa Bakti dengan Silaturahmi ke Stakeholder Pendidikan
Dewan Pendidikan Bojonegoro Awali Masa Bakti dengan Silaturahmi ke Stakeholder Pendidikan--
BOJONEGORO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro masa bakti 2026–2030 mengawali tugasnya dengan melakukan silaturahmi ke sejumlah pemangku kepentingan Pendidikan di Kabupaten Bojonegoro. Kunjungan dilakukan ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro.
Silaturahmi tersebut menjadi langkah awal Dewan Pendidikan untuk membangun sinergi sekaligus menyerap berbagai persoalan pendidikan sebagai bahan penyusunan rekomendasi kebijakan.
BACA JUGA:Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi Berhasil Menjaga Stabilitas Kamtibmas
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Dr. Ahmad Anfasul Marom, S.HI., M.A., menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Kepala Bappeda Helmi Elisabeth, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro Dr. Amanulloh, S.Ag., M.H.I., dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Drs. Ec. M. Anwar Mukhtadlo, M.Si.
"Kami sebagai pengurus baru perlu mendengar langsung masukan dari seluruh stakeholder pendidikan. Dari berbagai persoalan yang kami himpun, Dewan Pendidikan akan menyusun kajian dan memberikan rekomendasi sebagai bahan pengambilan kebijakan," ujar Ahmad Anfasul Marom.

Mini Kidi Wipes.--
Ia menambahkan, salah satu fokus Dewan Pendidikan selama masa bakti 2026–2030 adalah mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui penguatan sektor pendidikan.
"Salah satu komponen IPM adalah pendidikan. Karena itu, pemajuan pendidikan menjadi keniscayaan agar kualitas sumber daya manusia Bojonegoro semakin meningkat dan mampu bersaing," katanya.
BACA JUGA:Pemkab Bojonegoro Luncurkan Beras Premium Rojo Nogo, Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Dalam pertemuan di Bappeda, Kepala Bappeda Kabupaten Bojonegoro, Helmi Elisabeth, memaparkan perkembangan indikator pembangunan manusia di Bojonegoro.
"IPM Bojonegoro tahun 2025 mencapai 73,74 dan menjadi kabupaten dengan kenaikan tertinggi. Namun, rata-rata lama sekolah kita masih 7,78 tahun atau setara jenjang SMP. Ini masih menjadi pekerjaan rumah bersama," ujar Helmi.

Gempur Rokok Illegal--
Setelah itu, rombongan Dewan Pendidikan melanjutkan silaturahmi ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro. Kepala Kantor Kemenag, Dr. Amanulloh, S.Ag., M.H.I., didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Sholihul Hadi, menyampaikan sejumlah tantangan yang masih dihadapi madrasah.
"Masih ada madrasah yang berada di lokasi terpencil dengan jumlah siswa sedikit dan belum terjangkau jaringan internet," kata Amanulloh.
Sumber:






