Mengenal Lebih Dekat AKP Jauhar Rizkullah S, Kasatlantas Polres Pasuruan yang Baru
AKP Jauhar Rizqullah Sumirat.--
PASURAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Sosok AKP Jauhar Rizqullah Sumirat (31) belum lama menduduki jabatan baru di wilayah Polres Pasuruan. Belum genap satu bulan, ia menggantikan AKP Derie Fradesca sebagai Kasatlantas yang baru. Lulusan Akpol 2017 ini sebenarnya bukan orang baru di lingkungan kepolisian di Jawa Timur.

Mini Kidi Wipes.--
Sebelum di Jawa Timur, AKP Jauhar pernah menjabat sebagai Kaur Produksi dan Dokumentasi (Prodok) di Mabes Polri. Ia juga pernah menjabat sebagai Kasatlantas Polresta Sidoarjo pada 2024-2025. Kemudian, diangkat menjadi Sekretaris Pribadi (Sepri) Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto pada 2025-2026.
“Satlantas itu seperti etalase-nya Polri. Citra Polri yang selalu tampil di depan. Maka dari itu, kami harus memberikan kontribusi yang terbaik kepada Masyarakat,” ujar AKP Jauhar saat berada di ruang kerjanya pada Senin, 29 Juni 2026.
BACA JUGA:Kapolri Resmi Lantik Komjen Dedi Prasetyo Jadi Wakapolri

Gempur Rokok Illegal--
Belajar dari pengalaman sebagai Kasatlantas Polresta Sidoarjo, ia mulai melakukan pembenahan dalam keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) di wilayah Polres Pasuruan. Salah satunya ia bekerjasama dengan para personil lantas untuk membuat penanda untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas.
“Saya ingin membuat penanda kayak tolo-tolo. Itu bentuknya seperti scotlight. Kalau malam hari disorot lampu bisa memendarkan cahaya. Ide itu saya terapkan saat di dekat Lippo Mall Sidoarjo atau di jalan masuk terminal Bungurasih,” cetus pria asal Bandung Jawa Barat ini.
BACA JUGA:Kombespol Ganis Setyaningrum Raih Doktor Unair, Tegaskan Peran Strategis Polwan
Scotlight berupa tolo-tolo ini akan dilakukan di depan pertigaan Pegadaian Bangil, jalan bercabang di dekat tugu Adipura. “Ke depan kalau ini berhasil akan kita kembangkan di wilayah Gempol atau Pandaan,” cetusnya.
Dibalik ide gagasan yang besar dalam menata Satlantas Pores Pasuruan, rupanya ia juga adalah seorang penulis. Sebab, pada 2021 lalu, ia pernah menerbitkan sebuah buku berjudul “Omah Jagongan”. buku ini menceritakan seputar pemolisian di daerah Jepara Jawa Tengah. buku setebal 90 halaman yang juga dipasarkan di Tokopedia ini menceritakan soal bagaimana memupuk kerjasama yang baik antara kepolisian dan masyarakat.
“Kalau di Satlantas ini, model yang bisa diterapkan seperti ada di Unit Kamsel. Sehingga, buku Omah Jagongan ini menceritakan soal hubungan polisi dan masyarakat agar tetap terjalin dengan baik,” cetusnya. (mh)
Sumber:






