Putra-Putri FBS Unesa Bukan Sekadar Selempang Tapi Wajah dan Representasi Fakultas
Putra-Putri Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (UNESA).(Sumber: Dokumentasi Pribadi/Rama)--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Di balik selempang yang dikenakan, Putra-Putri Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri SURABAYA (Unesa) memikul tanggung jawab lebih dari sekadar menjadi ikon fakultas. Mereka berperan sebagai representasi resmi yang mendampingi birokrasi fakultas dalam berbagai kegiatan sekaligus mempromosikan FBS Unesa kepada masyarakat.
Meski dikenal sebagai Putra-Putri FBS, wadah ini sebenarnya merupakan paguyuban yang berada di bawah naungan Departemen Olahraga, Apresiasi, Seni, dan Budaya (Orsenbud) BEM FBS Unesa. Hal tersebut dibagikan oleh Rama, yang pernah menjadi Putra FBS Unesa. Ia menceritakan pengalaman sekaligus berbagai sisi menarik di balik peran sebagai wajah fakultas, mulai dari proses pembekalan hingga tanggung jawab menjaga citra FBS di setiap penugasan.
BACA JUGA:Unesa Lepas 1.503 Wisudawan, Rektor Tekankan Pentingnya Adaptasi di Era Digital

Mini Kidi Wipes.--
Bagi Rama, mengikuti ajang Putra FBS Unesa bukanlah keputusan yang datang secara tiba-tiba. Ia mengaku memang sudah lama tertarik dengan dunia duta atau putra-putri kampus. Meski begitu, proses seleksinya tetap menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, peserta harus mampu membangun personal branding agar lebih dikenal sekaligus memiliki wawasan yang baik tentang FBS Unesa itu sendiri.
Selama menjalani karantina, para finalis juga dibekali berbagai materi yang nantinya diterapkan saat bertugas, mulai dari public speaking, personal branding, hingga attitude sebagai seorang duta.
BACA JUGA:Usung Konsep Gaun Keindahan Laut Antarkan Tata Rias Unesa Sabet Juara 2 SFF 2026
"Di Putra-Putri FBS Unesa ini memang dari awal karantina pemilihan kita sudah dibekali kelas materi public speaking, personal branding, attitude sebagai duta/Putra-Putri dan itu diaplikasikan waktu penugasan, jadi memang sangat bisa improve banyak," ujar Rama.
Selama menjalankan tugas sebagai Putra FBS Unesa, Rama tidak hanya terlibat dalam berbagai kegiatan fakultas, tetapi juga belajar bekerja sama melalui struktur kepengurusan yang ada di dalam paguyuban. Meskipun bukan organisasi mandiri, Paguyuban Putra-Putri FBS Unesa tetap memiliki ketua, sekretaris, bendahara, hingga beberapa divisi yang membuat para anggotanya ikut belajar berorganisasi.
Pada akhirnya, menjadi Putra-Putri FBS Unesa bukan hanya soal mengenakan selempang saat bertugas, tetapi juga menjaga sikap sebagai representasi fakultas. Ada sejumlah aturan yang harus dipatuhi dan menurut Rama, seluruh aturan tersebut mengingatkan setiap anggota bahwa selempang yang dikenakan membawa nama baik fakultas.

Gempur Rokok Illegal--
"Aku kalau udah pakai selempang pun bakal seketika jadi Rama yang berbeda," ungkap Rama.
Sehingga memang menjadi Putra-Putri FBS Unesa memiliki tanggung jawab yang besar untuk selalu terlihat positif di luar sana.
Sumber:





